Istanbul, Gontornews — Maskapai penerbangan Turki, Turkish Airlines, telah menyepakati kompensasi yang diberikan oleh perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing Co, terkait penghentian operasi pesawat jenis Boeing 737 MAX, Selasa (31/12), pasca dua kecelakaan fatal di Turki dan Ethiopia yang menewaskan 346 penumpang hanya dalam rentang lima bulan.
Menurut kabar yang dilansir harian Hurriyyet, kompensasi yang diberikan Boeing kepada Turksih Airlines adalah sejumlah 225 juta dolar AS atau 3,11 triliun rupiah yang terdiri dari 150 juta dolar AS sebagai kompensasi dan 75 juta dolar AS yang terkait dengan suku cadang dan pelatihan.
Para pengamat penerbangan menilai apakah kerusakan yang dialami oleh pesawat Boeing 737 MAX akan kembali mengudara atau tidak. Mereka pun mempertanyakan langkah Turkish Airlines yang tetap membuat kesepakatan penyelesaian sementara pesawatnya tidak dilarang terbang.
βEntah mereka memiliki perasaan cukup bagus perihal kapan masalah ini akan berakhir atau mereka memiliki sejumlah alternatif untuk mengurangi kerusakan pada pesawat ini,β ungkap Wakil Presiden Konsultan Penerbangan Teal Group, Richard Aboulafia kepada Reuters.
βSaya berharap mereka mengambil pendekatan ini di masa depan,β tambah Aboulafia terkait dengan kesepakatan sepertiga bentuk layanan masa yang diberikan Boeing kepada maskapai Turkish Airlines.
Selain Turkish Airlines, maskapai Southwest Airlines juga telah mencapai kesepakatan dengan Boeing terkait kompensasi kerugian yang terjadi akibat pelarangan terbang Boeing seri 737 MAX.
Sementara itu, perusahaan penerbangan pribadi Eropa TUI juga disebut-sebut tengah melakukan pembicaraan dengan pihak Boeing. βKami berada di meja perundingan,β kata juru bicara Eropa TUI, Martin Riecken.
TUI sendiri sedianya memesan 15 pesawat dengan delapan pesawat masih dalam pemesanan. [Mohamad Deny Irawan]





















