Jakarta, Gontornews — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, ada 10 titik di Jakarta yang pada bulan ini berpotensi mengalami gerakan tanah. Kesepuluh titik tersebut berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Untuk wilayah Jakarta Selatan terdapat delapan titik yang memiliki potensi pergeseran tanah, yaitu di Pasar Minggu, Pesanggarahan, Kebayoran Lama, Kebayoran Baru, Cilandak, Jagakarsa, Mampang Perapatan dan Pancoran. Sementara di Jakarta Timur ada dua titik yaitu Kramat Jati dan Pasar Rebo.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Iwan Ibrahim mengatakan, kesepuluh titik terssebut berpotensi mengalami pergeseran tanah masuk dalam kategori menengah.
“Artinya bila curah hujan di atas normal daerah itu akan berpotensi terjadi longsor,” katanya.
Iwan menjelaskan bahwa kesepuluh titik di atas merupakan daerah rawan pergesaran tanah dan mayoritas merupakan wilayah yang beririsan langsung dengan pinggiran sungai, tebing maupun lereng.
Untuk mengantisipasi dampak dari pergeseran tanah tersebut, pihaknya selalu mengunggah informasi mengenai potensi pergerakan tanah di Wilayah Jakarta. Pengamatan dan pengukuran mengenai potensi pergerakan tanah sendiri dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
“Update informasi juga sebagai upaya antisipasi dan edukasi kepada masyarakat dan aparat di wilayah terdampak,” lanjutnya.
“Setiap bulan informasi diupdate, kita sampaikan ke wilayah melalui walikota, camat, dan lurah di wilayah terdampak,” kata Iwan.
Upaya memberikan informasi agar masyarakat berhati-hati atau waspada terhadap daerah tersebut. Sebab jika curah hujan di atas normal maka ada potensi bisa terjadi pergerakan tanah longsor.
“Selain itu, penanggulangan bisa dilakukan lebih cepat, terutama mitigasi atau mencegah jangan sampai terjadi gerakan tanah,” jelasnya.[Devi Lusianawati]





















