Rio De Janeiro, Gontornews — Pemerintah Brazil memastikan bahwa vaksinasi massal Covid-19 akan dimulai pada bulan Maret. Produsen vaksin AstraZeneca menjadi kandidat vaksin potensial yang akan dipergunakan.
Pernyataan ini muncul seiring dengan munculnya gelombang ketiga infeksi Covid-19 yang menghancurkan Brazil. Negara Amerika Selatan tersebut mencatatkan lebih dari 180.000 orang meninggal dunia akibat pandemi sekaligus menjadi yang tertinggi kedua setelah Amerika Serikat.
“Ini bukan lari cepat 100 meter,” kata Wakil Presiden produksi dan inovasi kesehatan Fiocruz Institute Rio De Janeiro, Marco Krieger kepada Reuters.
Krieger mengatakan lembaganya telah memiliki kesepakatan dengan produsen vaksin Covid-19 asal Inggris, AstraZeneca. Mereka menyebut AstraZeneca memberikan 100 juta dosis pada paruh pertama tahun 2021 sementara 110 juta dosis lain akan datang pada paruh kedua tahun yang sama. Akan tetapi, persetujuan tersebut bergantung pada regulator kesehatan Brazil, Anvisa.
Angka kesepakatan pembelian vaksin Covid-19 antara Brazil dan AstraZeneca mencapai 1,8 Miliar Real Brazil atau setara dengan 4,9 Triliun Rupiah. Dalam kesepakatan tersebut, Brazil berhasil mengamankan bahan mentah serta transfer teknologi produksi kepada Fiocruz.
Selain AstraZeneca, Brazil juga berhasil mengamankan pasokan vaksin milik pabrikan Pfizer. Pfizer berjanji akan memberikan lebih dari 70 juta dosis. Namun, pemerintah melansir hanya 2 juta vaksin Pfizer yang dikirim dalam tiga bulan pertama tahun 2021.
Sementara kota terkaya dan terpadat di Brazil, Sao Paolo, melalui Gubernur Joao Doria mendapatkan 60 juta dosis vaksin Sinovac Biotech, Cina. Sekalipun pemerintah belum mendapatkan hasil uji coba klinis tahap ketiga dan belum jelas apakah pemerintah federal akan membeli vaksin tersebut.
Dari ketiga produsen vaksin tersebut, Krieger menyebut hanya AstraZeneca yang siap sebagai produsen vaksin Covid-19. Meskipun pemerintah membutuhkan waktu untuk membangun kekebalan kelompok yang signifikan melalui jalur vaksinasi.
“Hanya pada paruh kedua tahun depan kami akan memiliki tingkat perlindungan vaksinasi yang cukup untuk mengurangi sirkulasi virus,”
“Kami melihat cahaya di ujung terowongan. Tetapi, kami masih berada dalam terowongan tersebut,” tutup Krieger. [Mohamad Deny Irawan]





















