Sofia, Gontornews–Menteri Luar Negeri Bulgaria Daniel Mitov pada hari Kamis (29/12) menolak klaim bahwa negaranya telah mengekspor senjata ke pejuang Suriah. Mitov mengaku kepada wartawan bahwa Bulgaria tidak mengekspor senjata ke Suriah sejak 2011.
Mitov juga menepis klaim bahwa senjata buatan Bulgaria dan amunisinya ditemukan di dalam gudang yang dikuasai oposisi di Aleppo. Belum lama ini pasukan pendukung pemimpin Suriah Bashar al-Assad menemukan senjata dan amunisi tersebut.
Seorang jaksa daerah pun meluncurkan penyelidikan atas laporan ekspor senjata oleh seorang wartawan Bulgaria Dilyana Gaytancieva. Kasus ini dikaitkan dengan sebuah perusahaan bernama Arcus – produsen senjata Bulgaria.
Namun pejabat perusahaan tersebut juga membantah tuduhan tersebut. Perusahaan yang diduga tersebut siap mengeluarkan laporan rinci kemana saja selama ini mengekspor senjata mereka. Rencananya laporan tersebut akan dikeluarkan pada awal tahun 2017.
Sebelumnya, Para insinyur tempur Rusia menemukan amunisi dan senjata buatan Amerika Serikat (AS), Jerman dan Bulgaria di Aleppo timur.
โDi sana telah ditemukan amunisi dan senjata ringan kaliber besar serta sistem-sistem peluncur multipel roket Grad yang diproduksi di Jerman, AS, dan Bulgaria,โ ungkap kepala pusat internasional pemberantasan ranjau Ivan Gromov. [Ahmad Muhajir]



















