Moskow, Gontornews– Sebuah mortir menghantam kompleks kedutaan Rusia di ibukota Suriah Damaskus pada hari Kamis (29/12).
“Tidak ada yang terluka setelah bom mortir menghantam kedutaan Rusia di Damaskus pada Kamis sore,” kata Juru Biacara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova seperti dilansir anadolu agency.
Zakharova mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mortir mendarat di dekat pintu masuk bagian konsuler.
“Ledakan itu menyebabkan kerusakan material ringan tapi tidak ada yang terluka,” tandasnya.
Zakharova menegaskan, serangan terhadap misi diplomatik Rusia tidak bisa diterima dan tindakan kekerasan tersebut pantas untuk dikutuk.
Moskow menganggap insiden ini sebagai provokasi kelompok ekstremis yang berupaya menggagalkan proses perdamaian di Suriah yang tengah berlangsung.
“Upaya ekstremis untuk mengganggu penyelesaian permusuhan di Suriah harus dicegah,” tambahnya.
Ini bukan pertama kalinya kedutaan Rusia di Suriah diserang. Sebelumnya, pada tanggal 28 Oktober, dua mortir juga menghantam kompleks kedutaan.
Rusia merupakan sekutu utama pemerintahan Bashar Al-Assad di Suriah. Sekitar September 2015, atas permintaan pemerintahan Assad, Rusia meluncurkan operasi militer di Suriah untuk membantu menumpas kelompok pemberontak. [Ahmad Muhajir]





















