Trenggalek, Gontornews — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin memacu pondok pesantren untuk bergeliat secara ekonomi melalui program “ternak mondok memakmurkan”.
Lewat program itu, pemkab “menitipkan” hewan ternak berupa kambing dan sapi untuk dikembangkan di pondok-pondok pesantren.
Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menjelaskan, kambing yang “dipondokkan” itu merupakan aset Pemkab yang sebelumnya diternakkan Dinas Peternakan.
Hasil dari pengelolaan ternak itu, ujar Mas Ipin, dapat menjadi bagian dari ekonomi pesantren.
Apabila suatu pondok pesantren telah mampu mengelola peternakan dengan hasil maksimal, ternak awal yang sebelumnya dititipkan bisa ditularkan ke pondok-pondok lain.
“Jadi akan digulirkan terus dan terus dipantau oleh dinas,” sambung dia.
Dengan demikian, Mas Ipin menggarisbawahi bahwa program ternak mondok itu bukan hibah.
“Jadi ini bentuknya bukan hibah atau bukan kita beri ke pondok tersebut, tetapi kita titipkan. Yang dulunya ada di kandangnya pemerintah, sekarang kita taruh, kita titipkan untuk mondok di pondok-pondok pesantren,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan beberapa bantuan mesin pemotong rumput untuk kelompok tani.
Dengan mesin, pihaknya berharap, para peternak bisa lebih mudah dalam menyiapkan pakan karena mereka bisa menyiapkan stok lewat cara fermentasi.
Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek Nur Kholiq menjelaskan, program ternak mondok diharapkan mampu menumbuhkan ekonomi pesantren.
“Pesantren dipilih karena memang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian pesantren sekaligus dapat menjadi salah satu media pelatihan berwirausaha bagi para santri,” pungkasnya. [Fath]






















