Sukabumi, Gontornews — Merespon situasi ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi Covid 19, BWA meluncurkan produk wakaf Produktif EcoWakaf Cireunghas yang berlokasi di Cireunghas Sukabumi Jawa Barat, Sabtu 19 September 2020.
Wakaf produktif ini berupa lahan kebun, tanaman dan pabrik penyulingan minyak atsiri, dengan rintisan tanaman sereh wangi di lahan 7 Ha (dari 13 Ha) dan plot pertama tanaman sereh wangi ini sudah siap panen dan diolah menjadi minyak sereh wangi yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak digunakan di industri farmasi, baik dalam mau pun luar negeri.
CFO BWA, Ust. Ichsan Salam memberikan contoh wakaf sahabat Rasulullah, Utsman bin Affan yang berupa sumur (sumur Raumah) yang dibeli dari seorang yahudi, diperuntukkan untuk umat muslim dan kemanfaatannya masih berlangsung sampai saat ini, setelah beratus ratus tahun lamanya.
“Wakaf produktif ini, jika sudah mulai memberikan keuntungan, maka 100% keuntungan akan disalurkan untuk pendidikan anak anak Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang tinggal di daerah sekitaran lahan EcoWakaf Cireunghas,” jelasnya.
Kabag Kesra Kabupaten Sukabumi Usep Setiawan S.Pdi., MM. mengatakan bahwa Sukabumi ini memiliki sumber kekayaan alam yang berlimpah untuk digali dan dimanfaatkan. “Wakaf produktif di Cireunghas ini sudah tepat, dengan dukungan para wakif, lahan lahan yang yang tidur akan segera menghasilkan demi meningkatnya kesejahteraan umat,” jelasnya.
Usep berharap semoga banyak daerah di Sukabumi yang juga dapat dikembangkan melalui wakaf produktif ini, hanya saja dalam bentuk wakaf yang berbeda dan menyesuaikan potensi daerahnya.
“Secara prinsip pemerintah setempat mendukung kegiatan positif ini dan siap bekerja sama dengan BWA, selama aturannya dijalankan dengan baik,” jelasnya.
Ketua MUI kecamatan Cireunghas, KH Yandi Muhammad Luthfi dalam tausiahnya berpesan agar BWA untuk terus konsisten dalam berdakwah melalui wakaf dan dengan dukungan para wakif maka akan banyak solusi dari permasalahan umat, karena umat yang menjadi prioritas.
Acara dilanjutkan dengan meninjau ke lahan kebun untuk simbolis panen, juga kunjungan ke area pengeringan dan area pabrik penyulingan mintak atsiri sambil diberikan penjelasan mengenai proses tanam sampai menjadi minyak atsiri sereh wangi. [fathur]





















