Riyadh, Gontornews — Kerajaan Arab Saudi menginstruksikan kepada setiap warga untuk tidak pergi ke masjid untuk sholat 5 waktu mulai hari Selasa (17/3) hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Kerajaan juga melarang pelaksanaan shalat jum’at berjamaah demi membatasi pencegahan COVID-19 yang sudah menginfeksi 171 orang.
Sejauh ini, Arab Saudi melaporkan 38 kasus COVID-19 dalam 24 jam terakhir. Arab Saudi langsung menangguhkan ibadah umroh, menghentikan penerbangan internasional, menutup sekolah maupun perguruan tinggi hingga perusahaan publik karena COVID-19.
Kerajaan juga akan menutup seluruh pintu masuk ke masjidil haram agar jama’ah melaksanakan shalat di rumah. Reuters melansir jika kerajaan juga telah menangguhkan seluruh aktifitas pegawai pemerintahan kecuali petugas kesehatn, militer dan keamanan.
Selain Arab Saudi, Oman juga menerapkan kebijakan serupa. Selain masjid, Oman juga menutup restoran, kedai kopi, objek wisata, pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan kecuali toko bahan makanan dan apotek. Mereka juga melarang orang asing untuk masuk dan melarang warga negara untuk bepergian ke luar negeri.
Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan 15 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Secara total, UEA melaporkan 113 kasus COVID-19 di wilayahnya.
Sedangkan Bahrain melaporkan 227 kasus dengan satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat COVID-19. Bahrain dan Dewan Kerjasama negara Teluk (GCC) telah meluncurkan sejumlah kebijakan seperti pembyaran utilitas untuk perorangan dan perusahaan serta membebaskan fasilitas wisata dari pajak. [Mohamad Deny Irawan]





















