Riyadh, Gontornews — Komite penanganan Covid-19 Arab Saudi menggelar pertemuan ke-283 yang dipimpin oleh Menteri Kesehatan, Fahd Al-Jalajel. Secara khusus, pertemuan yang melibatkan 25 instansi pemerintah ini meninjau situasi terkait varian Omicron Covid-19.
Sumber Kementerian Dalam Negeri, yang dilansir Arab News, menargetkan seluruh warga berusia 18 tahun ke atas mendapatkan suntikan booster mulai 1 Februari 2022 untuk mempertahankan status vaksinasi penuh mereka melalui aplikasi Tawakkalna.
Status tervaksinasi di aplikasi Tawakkalna memungkinkan pengguna untuk mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi, komersial, budaya, olahraga, wisata, menghadiri acara kebudayaan, ilmiah, sosial ataupun rekreasi apapun. Status tervaksinasi juga memungkinkan penggunanya untuk masuk ke instansi pemerintah atau swasta, bepergian dengan pesawat dan penggunaan transportasi umum.
Namun, kerajaan juga memberikan kelonggaran bagi mereka yang mendapat pengecualian dari pemberian vaksin untuk tidak menerima dosis booster.
Sumber itu juga menekankan perlunya semua orang untuk mematuhi semua tindakan pencegahan dan protokol kesehatan yang telah disepakati.
Pada Sabtu (4/12/2021), Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengonfirmasi 38 kasus baru Covid-19 sehingga total kasus menjadi 549.848 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, 41 orang pasien masih dalam kondisi kritis.
Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga mengumumkan 24 pasien pulih dari Covid-19 dan lebih dari 47,5 juta dosis vaksin telah diberikan kepada warga. Lebih dari 22,5 juta warga telah mendapatkan vaksinasi lengkap. [Mohamad Deny Irawan]






















