Dublin, Gontornews — Pemerintah Irlandia menginstruksikan warganya untuk berhati-hati sebelum melakukan perjalanan ke Eropa, Jum’at (13/3), karena virus korona. Penyebaran virus COVID-19 di Eropa membuat pemerintah Irlandia mempertimbangkan kemungkinan penangguhan penerbangan dari dan menuju Eropa.
Sejauh ini, 90 warga Irlandia terkonfirmasi positif virus korona. Demi membendung virus ini, Irlandia menutup sekolah, perguruan tinggi dan fasilitas penitipan anak hingga 29 Maret 2020 mendatang. Pemerintah juga membatasi even dengan konsentrasi masa besar guna memperlambat penyebaran virus asal Wuhan ini.
“Mengingat kondisi dan pembatasan yang berubah cepat di sejumlah negara di Uni Eropa, kami menyarankan warga untuk berhati-hati sebelum memutuskan untuk pergi ke negara-negara Uni Eropa,” kata Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney, sebagaimana dilansir Reuters.
Coveney menambahkan bahwa travel advice ini tidak berlaku bagi Inggris. Sebagaimana diketahui, Irlandia berbagi wilayah perbatasan dengan Irlandia Utara yang dikelola oleh Inggris. Sejauh ini, Irlandia Utara melaporkan 29 kasus virus korona.
Kepala penyedia layanan kesehatan Irlandia mengatakan bahwa Pemerintah berencana untuk menambah kapasitas tempat tidur di hotel jika kondisi memburuk. Sektor perhotelan menjadi sekotr paling terdampak sejak pandemi COVID-19 mengglobal.
Sebut saja Blarney Stone di County Cork, salah satu tradisi wisata tertua di Irlandia, ditangguhkan untuk pertama kalinya dalam 200 tahun. Sementara itu, Irlandia juga membatalkan parade St Patrick yang menarik ratusan ribu orang setiap bulan Maret.
Sedangkan otoritas transportasi nasional mengatakan bahwa perjalanan harian di Irlandia turun 15-20 persen dalam beberapa hari terakhir. Tidak hanya itu, fenomena pembelian panik pun terjadi dalam dua hari terkahir di sejumlah supermarket di Dublin. Pemerintah pun meminta warga untuk tidak melakukan pembelian panik dan meninggalkan wilayah Dublin. [Mohamad Deny Irawan]





















