Santiago, Gontornews — Dua orang tewas di bandara ibukota Chile, Santiago, menyusul dugaan upaya perampokan pada Rabu (8/3).
Dua korban tewas yaitu petugas keamanan dan terduga perampok.
Pihak berwenang mengatakan bahwa ini percobaan perampokan uang tunai lebih dari $32 juta (€30 juta) di atas pesawat Latam Airlines dari Miami.
Uang itu akan dipindahkan ke sebuah truk lapis baja dan kemudian didistribusikan ke beberapa bank di Chile.
Laman dw.com melansir, sekitar 10 perampok bersenjata berat mencapai landasan pacu di Bandara Internasional Arturo Merino Benitez, kata Wakil Sekretaris Dalam Negeri Manuel Monsalve.
Terjadi baku tembak antara perampok dan petugas keamanan otoritas penerbangan sipil Chile (DGAC).
Setelah digagalkan, perampok lainnya melarikan diri dan membakar dua kendaraan mereka di jalan raya terdekat. Para perampok tetap bebas dan perburuan sedang berlangsung.
“Tindakan berani oleh petugas [keamanan] membuat frustrasi para perampok itu,” kata Monsalve. Dia mencatat bahwa para perampok itu “sangat terorganisir” dan “bersenjata berat”.
Video yang diposting di media sosial menunjukkan lubang peluru di pesawat Delta yang diparkir di sebelah pesawat yang menjadi sasaran.
Kepala DGAC Raul Jorquera mengatakan bahwa para perampok masuk melalui “titik yang jauh dari aktivitas penerbangan rutin”, setelah itu keamanan disiagakan.
“Tidak ada risiko bagi penumpang,” katanya.
Percobaan perampokan “tidak diragukan lagi akan mengarahkan kita untuk merevisi proses, protokol yang harus diperbaiki,” kata Jorquera. “Itu memaksa kita untuk memikirkan kembali banyak hal.”
Presiden Gabriel Boric berkata tentang percobaan perampokan: “Kami tahu bahwa keamanan merupakan masalah, dan ketika ada ketidakamanan maka segalanya akan goyah.”
Boric bersumpah bahwa pemerintahnya akan mengadili mereka yang bertanggung jawab atas kejahatan kekerasan di Chile.
Bandara di Santiago juga menjadi sasaran pada tahun 2020, ketika perampok mencuri sekitar $15 juta dari sebuah gudang di bandara tersebut. []























