Vientiane, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Cina mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN) di Vientiane, Laos, Kamis (20/2). Pertemuan ini membahas penanganan virus korona di negara-negara Asia Tenggara.
Pertemuan yang digelar secara mendadak ini dilakukan Beijing untuk mencari dukungan dari negara-negara tetangganya. Sebagaimana diketahui, Cina telah menggelontorkan Miliaran Dollar dalam bentuk investasi dan infrastruktur demi pembangunan jalur sutra, Belt & Road Initiative.
Menteri Luar Negeri Cina, Wang Yi, mengajak koleganya di Asia Tenggara untuk tidak takut dan khawatir terhadap virus korona. βKetakutan lebih mengancam daripada virus. Kepercayaan diri lebih berharga dari pada emas,β kata Wang Yi, sebagaimana dilansir Reuters.
β(Dukungan negara-negara ASEAN) membuat kami merasa bahwa musim dingin tidak terasa dingin dan seakan musim semi akan datang,β imbuhnya.
Para analis mengatakan Beijing tengah mencari dukungan setelah lebih dari 2.100 orang tewas akibat virus mematikan tersebut.
βCina ingin menyampaikan pesan persahabatan di ASEAN untuk melawan serangan Barat yang menyebut penanganan mereka terhadap wabah buruk,β ujar pengamat dari Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore, Alfred M Wu.
Sebagaimana diketahui, ASEAN menjadi mitra dagang terbesar Cina dan memiliki arus perjalanan lebih dari 65 juta kunjungan dalam setahun. Banyak negara-negara di ASEAN menggantungkan diri pada penerimaan wisatawan asal Cina. Pun secara kolektif, negara-negara ASEAN juga merupakan mitra dagang terbesar kedua Cina.
Akan tetapi, pembatasan perjalanan guna mencegah penyebaran virus korona menghentikan sebagian besar ekonomi Cina. Elemen kunci pembangunan investasi dan infrastruktur jalur kereta api, pelabuhan dan jalan raya terpaksa ditutup.
βRespon negara terhadap virus korona telah menjadi semacam tes untuk sebuah persehabatan,β kata peneliti independen Cina, Tom Baxter.
βDi ASEAN, tanggapan mengenai hal tersebut disikapi beragam. Dua negara yang paling jelas tampil dengan pertemanannya adalah Kamboja dan Laos,β tambah Baxter.
Negara-negara seperti Singapura, Filipina dan Malaysia memberlakukan pelarangan bagi warga negara asing dari Cina. Malaysia bahkan memberlakukan pelarangan perjalanan sementara dari semua kedatangan asal Cina.
Thailand juga mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk menghindari perjalaan tidak penting ke Cina. Thailand juga mengisyaratkan pembatasan penerbangan menuju dan dari Cina.
Kementerian Luar Negeri Cina menyebut pembahasan seputar pembatasan perjalanan menjadi salah satu isu dalam pertemuan tersebut.
Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, Wang meminta Singapura tidak melakukan pembatasan perjalanan. Ia pun meminta agar hubungan kedua negara dapat dilanjutkan secepatnya. [Mohamad Deny Irawan]





















