Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina, Ahad (8/1/2023), secara resmi menghapus aturan pembatasan perjalanan sebagai tindak lanjut penghentian kebijakan ‘Zero-Covid’. Pemerintah berharap kebijakan ini membuat nyaman para pelancong dari luar Cina yang berdatangan melalui udara, darat dan laut pada hari yang sama atau pun sebaliknya.
Sebagai informasi, pemberlakukan kebijakan ‘Zero-Covid’ memberikan perlindungan warga dengan sangat ketat. Kebijakan ini pula telah membuat warga Cina terpisah dengan keluarga, kolega, rekan kerja hingga hubungan mereka dengan dunia.
Pemberlakuan ‘Zero-Covid’ yang sangat ketat telah memicu protes besar dari kalangan masyarakat Cina. Pasalnya, kebijakan tersebut meningkatkan frekuensi pengujian, pembatasan pergerakan hingga pemberlakuan penguncian massal.
“Saya sangat senang dan sangat bersemangat. Sudah bertahun-tahun, saya tidak bertemu dengan orang tua saya,” ungkap Teresa Chow yang berasal dari Hong Kong.
“Kondisi kesehatan orang tua saya tidak baik. Saya tidak bisa kembali menemui mereka bahkan ketika mereka divonis menderita kanker usus besar. Jadi saya sangat senang bisa kembali dan melihat kondisi mereka sekarang,” sambungnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Pembukaan pembatasan ini berlaku seiring dengan dimulainya rentetan acara ‘Chun Yun’ pada Sabtu 7 Januari 2023. Chun Yun merupakan periode perjalanan mudik bagi warga di perkotaan menuju desa pada momen Tahun Besar Imlek.
Pemerintah memperkirakan 2 miliar perjalanan yang terjadi pada musim mudik imlek di Cina pada tahun ini, atau hampir dua kali pergerakan serupa tahun lalu. Pemerintah bahkan memperkirakan 70 persen pergerakan mudik warga Cina bisa mencapai 70 persen dari momen mudik serupa pada tahun 2019 silam.
Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan bahwa frekuensi pergerakan masyarakat pada musim mudik ini tidak akan mencapai di periode pra pandemi mengingat masih terbatasnya jadwal penerbangan.
Dengan kebijakan ini pula, pemerintah Cina memungkinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri ke sejumlah objek wisata seperti di Thailand hingga Indonesia. Walau pun banyak negara yang membatasi kedatangan warga negara Cina seiring dengan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 harian.
Selain membuka perbatasan, Cina juga mengeluarkan paspor dan visa perjalanan, visa biasa hingga izin tinggal untuk orang asing. [Mohamad Deny Irawan]






















