Beijing, Gontornews — Diplomat Senior Cina dan Pakistan
bertemu pada hari Selasa (25/12) untuk membahas tentang situasi terbaru tentang
Afghanistan. Diskusi antar kedua negara sahabat tersebut tengah mempersiapkan
sebuah rancangan terbaru untuk Afghanistan setelah Amerika Serikat memutuskan
untuk menarik 14.000 tentaranya dari negara tersebut.
Sejumlah pentinggi pemerintah AS mengatakan bahwa Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah lisan untuk menarik hampir 7.000 pasukannya dari Afghanistan. Meski demikian, belum ada keterangan resmi baik dari Gedung Putih maupun Pentagon.
Keterangan Kementerian Luar Negeri Cina, sebagaimana dilansir Reuters, menyebutkan bahwa diskusi antara Pakistan dan Cina membahas tentang penggunaan ‘cara lain’ perdamaian di Afghanistan selain solusi militer.
“Kedua belah pihak percaya bahwa cara militer tidak dapt menyelesaikan masalah di Afghanistan. Untuk saat ini, kami percaya bahwa rekonsiliasi politik adalah salah satu cara yang paling realistis,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Cina.
“Kedua belah pihak menyambut gemebira berbagai upaya yang dilakukan semua pihak dan bersedi untuk menjaga erat komunikasi dan koordinasi yang strategis,” tambah pernyataan tersebut.
Meski demikian, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying menolak anggapan bahwa pertemuan diplomat Cina dan Pakistan terinisiasi karena kebijakan luar negeri AS tentang terkait penarikan pasukannya di Afghanistan.
Lebih lanjut, Cina khawatir bahwa ketidakstabilan kondisi politik di Afghanistan mempengaruhi Xinjiang. Pemerintah Cina sendiri tengah menghadapi sorotan dunia internasional menyusul ditemukannya dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas muslim Uighur. [Mohamad Deny Irawan]



















