Beijing, Gontornews — Cina telah menolak permintaan Amerika Serikat untuk memangkas impor minyak Iran. Demikian dilaporkan kantor berita Bloomberg mengutip dua pejabat yang akrab dengan negosiasi.
Namun, Beijing setuju untuk tidak meningkatkan pembelian minyak mentah Iran, kata para pejabat itu pada hari Jumat (3/8).
Asisten Menlu AS untuk Biro Sumberdaya Energi, Francis Fannon, baru-baru ini berkunjung ke Cina untuk membahas sanksi itu.
Presiden AS Donald Trump pada bulan Mei mengumumkan, AS menarik diri dari kesepakatan nuklir multinasional dengan Iran.
Dalam perjanjian tahun 2015 yang ditandatangani oleh AS, Inggris, Cina, Rusia dan Uni Eropa, Iran setuju untuk mengurangi program pengayaan uraniumnya.
Sebagai imbalannya, sanksi yang disetujui PBB dicabut, dan Iran diizinkan untuk melanjutkan perdagangan minyak dan gas di pasar internasional.
Sebagai penandatangan asli, AS juga berjanji untuk mengabaikan sanksi sekunder selama Iran terus mematuhi kesepakatan itu.
Tetapi Trump, yang menggantikan Barack Obama sebagai presiden tahun lalu, menarik diri dari perjanjian itu meskipun ada jaminan berulang kali oleh pengawas PBB bahwa Iran mematuhi kewajibannya.
AS juga memberlakukan serangkaian sanksi tambahan terhadap entitas dan individu Iran, serta perusahaan asing di Iran. AS juga mengatakan akan menggunakan “tekanan ekonomi dan diplomatik” di negara-negara lain agar mereka berhenti membeli minyak mentah dari Iran.
Pada bulan Juni, Departemen Luar Negeri AS mengatakan, negara-negara yang membeli minyak dari Iran harus menghentikan impor minyak mentah dari Iran pada saat AS memberlakukan kembali sanksi pada 4 November.
Presiden Iran Hassan Rouhani telah memperingatkan AS terhadap segala upaya untuk menghentikan perdagangan minyak Iran, dan mengancam memblokir Selat Hormuz yang penting dan strategis.
“Amerika mengatakan mereka ingin ekspor minyak Iran menjadi nol … Ini menunjukkan mereka belum memikirkan konsekuensinya,” kata Rouhani seperti dikutip kantor berita IRNA saat melakukan kunjungan resmi ke Wina, Austria, bulan Juli. [Rusdiono Mukri]


















