Gaza, Gontornews — Pemerintah Palestina memutuskan untuk kembali membuka kegiatan belajar mengajar menyusul terkendalinya kasus Covid-19 di negara teraniaya tersebut. Akibat Covid-19, Pemerintah Palestina terpaksa menutup sekolah selama 5 bulan lamanya.
Lembaga PBB pendukung kemerdekaan Palestina, United Nations Reliefe and Works Agency (UNWRA), mengatakan bahwa pendidikan di masa pandemi korona berbeda.
“Kami ingin semua orang menyadari bahwa pelaksanaan pendiidkan di tengah pandemi berbeda. Hal-hal tidak dapat berjalan seperti biasanya,” ungkap atase pendidikan UNRWA, Farid Abu-Athra, kepada Reuters.
“Sejauh ini, situasi di Gaza membaik. Karenanya, hal tersebut memungkinkan kami untuk membuka kembali aktifita sekolah secara normal,” imbuhnya.
Sejauh ini, Pemerintah Palestina mengonfirmasi 78 kasus infeksi Covid-19 dan satu kematian. kelompok Hamas sempat menutup aktifitas sekolah, pada bulan Maret, karena khawatir penularan wabah akan semakin meluas.
Petugas Kesehatan Palestina juga akan membersihkan 751 sekolah di Gaza dua kali dalam sehari. Anak-anak tidak perlu menggunakan masker namun harus membawa bekal sendiri dan dilarang keluar ruangan selama istirahat. Abu-Athra menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana andai penyebaran virus di kota-kota padat penduduk di Gaza terjadi.
Berbeda dengan Gaza, Tepi Bara melaporkan lonjakan kasus Covid-19. Petugas Kesehatan Tepi Barat melaporkan 13.600 kasus Covid-19 dengan 94 kematian. sebagian besar kasus terjadi dalam dua bulan terakhir.
Akibat lonjakan kasus tersebut, Pemerintah menutup sekolah dasar sekolah menengah pertama. [Mohamad Deny Irawan]





















