New Delhi, Gontornews — Seorang pengemudi becak di negara bagian Rajhastan dipukuli oleh dua orang yang tidak dikenal. Kasus pemukulan ini bermula dari permintaan penumpang becak agar pengemudi becak meneriakkan “Modi Zindabad” yang berarti panjang umur Modi.
Sang pengemudi becak, yang diketahui bernama Gaffar Ahmed Kachawa, lantas melaporkan kasus pengaiayaan tersebut kepada pihak kepolisian. Kachawa pun menceritakan bahwa dua orang tak dikenal seketika menghentikan dirinya sesaat setelah menurunkan penumpang di kota Sikar serta meneriakkan “Modi Zindabad”
“Ketika saya menolak untuk meneriakkan hal tersebut, mereka menarik janggut, mencabut gigi serta meminta saya untuk pergi ke Pakistan,” kata Kachawa sebagaimana dilansir Anadolu.
Pihak kepolisian Sadar di Sikar dikabarkan berhasil menangkap dua pelaku penganiayaan Gaffar. Dua pelaku yang dimaksud bernama Shambhudaya Jat dan Rajendra Jat. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kedua pelaku menyerang pelapor dalam keadaan mabuk.
“Dua tersangka yang terlibat penganiayaan terhadap Kachawa berada dalam pengaruh alkohol saat kejadian,” ungkap Pushendra Singh, penanggungjawab kepolisian.
Senada dengan Pushendra Sing, Inspektur Gagandeep Singla dari kepolisian Sikar, membeberkan kronologi kejadian penganiayaan terhadap Kachawa.
“Awalnya, Kachawa memberi mereka tembakau, tetapi pelaku menolak. Sebaliknya, mereka meminta pelapor untuk menyanyikan ‘Modi Zindabad’. Pelapor menolak untuk melakukan hal tersebut dan mendapatkan tamparan dari salah satu pelaku. “
“Saat pelapor melarikan diri, pelaku mengejar dan menyusul hingga dekat daerah Jagmalpura. Mereka menyiksanya serta memaksananya untuk mengucapkan slogan-slogan agama. Pelaku juga merampas dompet, arloji serta uang 700 Rupee darinya,” kata Inspektur Gagandaap Singla sebagaimana dilansir Hindustan Times.
“Tim khusus telah dibentuk setelah Kachawa melaporkan kasusnya ke pihak kepolisian. Tim berhasil melacak pelaku dan menangkap mereka di Jagmalpura,” imbuhnya.
Saat ini, Kachawa tengah dirawat di Rumah Sakit setelah menderita sejumlah luka akibat penganiayaan tersebut. Anadolu melansir bahwa dalam beberapa hari terakhir, terjadi kasus penyerangan terhadap komunitas Muslim di India. [Mohamad Deny Irawan]






















