Jakarta, Gontornews — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjadikan pesantren sebagai salah satu fokus yang memberikan dampak positif bagi pengembangan pasar syariah. Per Mei 2023, BSI telah dipercaya mengelola dana pihak ketiga (DPK) di lingkungan pesantren sekitar Rp805 miliar.
Jumlah pesantren di Indonesia saat ini mencapai 39.167. Adapun BSI telah bekerjasama dengan lebih dari 18 ribu pesantren.
Selain DPK, berbagai aspek pengembangan yang telah dilakukan BSI di lingkungan pesantren yakni dalam hal pembiayaan Pertashop sebanyak lebih dari 50 unit, pembiayaan UMKM dan Agen BSI Smart sebanyak lebih dari 200 agen. Agen BSI Smart ini merupakan Laku Pandai layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif.
Aspek pengembangan lainnya yakni BSI mendukung manajemen masjid dan memacu entrepreneurship melalui program Talenta Wirausaha BSI bagi para santri pesantren.
Direktur Retail Banking BSI Ngatari mengatakan, pesantren merupakan salah satu aspek pengembangan halal ekosistem yang terus dibangun BSI. Hal ini juga merupakan upaya memperluas market share keuangan syariah dan juga peningkatan inklusi perbankan syariah di Indonesia.
“BSI memandang bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Untuk itu kami terus berupaya mengkaji skema yang tepat dan efisien sehingga bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi syariah di Tanah Air,” kata Ngatari dalam keterangannya, dikutip pada Kamis, 20 Juli 2023.
Selain itu, Ngatari menjelaskan, peran pesantren di Indonesia cukup besar. Hal ini tercermin dari lahirnya tokoh-tokoh bangsa yang memberikan kontribusi bagi kemajuan keilmuan di tanah air, memberikan skema-skema bisnis sesuai syariah yang hanya ada di pesantren, dan juga melahirkan ribuan santri yang bertalenta. [Fath]


















