Banyak yang perlu kita tingkatkan demi pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern. Peningkatan anak-anak untuk menjadi manusia Mukmin, Muslim, tamak ilmu dan perjuangan, serta peningkatan guru-guru untuk menjadi pendidik yang betul-betul ikhlas, penuh tanggung jawab dan terus mengembangkan diri lillahi ta’ala, lil-‘ibadah.
Ada dua tugas pokok seluruh guru di Pondok Modern Gontor ini. Pertama, mengajar, yaitu mengajar diri sendiri dan mengajar orang lain. Kedua, mendidik, yaitu mendidik diri sendiri dan mendidik orang lain. Kedua tugas pokok guru tersebut erat sekali kaitannya.
Tujuan pendidikan dan pengajaran sebenarnya yaitu membina manusia seutuhnya, maka selayaknya guru tidak sekadar mengajar, tapi harus mendidik di setiap saat dan tempat. Pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Gontor memang mempunyai ciri lain, yang tidak bisa dibanding-bandingkan dengan pendidikan dan pengajaran di tempat lain.
Pendidikan dan pengajaran di Pondok Modern Gontor selalu menerapkan suasana yang harmonis antara guru yang ikhlas dan disegani, siswa yang taat dan ikhlas. Karena guru di Pondok Modern sekaligus menjadi pendidik, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, dipikirkan, dihayati dan diamalkan dengan sepenuh ikhlas dan tanggung jawab.
Ketentuan Umum
Mengajar/mendidik dengan persiapan yang lengkap lahir batin. Pertama, persiapan lahir, antara lain: persiapan harus lengkap dan tertulis dan harus luas, persiapan harus dikuasai, harus dimintakan pengesahan (tanda tangan), tiap satu jam pelajaran satu pengesahan, cara menyampaikan harus dipikirkan/disiapkan, “Bagaimana santri bisa mengerti.”
Kedua, persiapan batin, antara lain: dengan sepenuh hati/ikhlas lillahi ta’ala, dengan penuh tanggung jawab, dengan penuh semangat dan kesungguhan, dengan berdoa munajat kepada Allah.
Semua guru harus selalu meningkatkan dirinya dan meningkatkan orang lain. Kami tidak ingin guru-guru di sini tidak meningkatkan: meningkat cara mengajarnya, meningkat belajarnya, meningkat mentalnya, meningkat budi pekertinya, meningkat ilmunya, meningkat imannya, dan meningkat seluruhnya yang baik.
Kami menginginkan guru-guru di sini meningkat amalnya. Tidak selalu terlalu membanding-bandingkan dengan suasana materiil di luar sehingga mengurangi rasa ikhlas. Kalau memang ada yang ingin material lebih banyak, pindah saja ke tempat lain. Hajat masyarakat dan harapan masyarakat Indonesia bahkan dunia, memaksa kita untuk meningkatkan diri untuk kepentingan peningkatan kader-kader umat sehingga betul-betul menjadi manusia seutuhnya, sejahtera lahir batin, dunia dan akhirat.
Dengan Sepenuh Hati dan Keikhlasan Lillahi Ta’ala
Pertama, penuh rasa tanggung jawab. Kedua, tidak sekadar masuk kelas menyampaikan ilmu ke dalam otak anak-anak, tapi selalu menanamkan iman, ghirah diniyah, ikhlas beramal. Membentuk jiwa anak-anak tamak ilmu, cinta agama, cinta dan ikhlas beramal.
Ketiga, di mana dan kapan ada kesempatan, guru harus menanamkan budi luhur. Keempat, selalu berpikir dan berusaha agar murid bisa meningkat dan maju.
Guru-guru Harus Selalu Berdisiplin
Pertama, disiplin waktu. Jangan terlambat masuk kelas, kalau terlambat berarti sudah tidak mendidik. Jangan ada kelas kosong karena tertidur dan sebagainya. Hemat waktu, dan selalu memikirkan batas pelajaran, buatlah program yang sepadat-padatnya dan semasak-masaknya. (Bersambung)
* Ditulis ulang dari pidato KH Imam Zarkasyi pada Stabilisasi Pendidikan dan Pengajaran Tahun Ajaran: 1401–1402, Gontor, 15 September 1981






















