pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 21 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Berbaktilah kepada Orangtua Sebelum Penyesalan Datang

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
18 May 2025
in Tafsir
0
Berbaktilah kepada Orangtua Sebelum Penyesalan Datang

Foto: Islampos

Landasan Teologis

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil’.” (QS Al-Isra’: 24)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Dalam Tafsir Al-Muyassar disebutkan, “Dan bersikaplah kepada ibu-ibu dan bapak-bapakmu dengan merendah dan tawadhu sebagai bentuk sayang kepada mereka, dan mohonlah kepada Tuhanmu agar berkenan menyayangi mereka berdua dengan rahmat-Nya yang luas semasa mereka masih hidup maupun setelah wafat, sebagaimana mereka dahulu bersabar dalam mendidikmu semasa masih kecil, yang tak berdaya lagi tak punya kekuatan.”

Sedangkan dalam Tafsir Jalalayn disebutkan, “(Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua) artinya berlaku sopanlah kamu terhadap keduanya (dengan penuh kesayangan) dengan sikap lemah lembutmu kepada keduanya dan ucapkanlah, ‘Wahai Rabbku! Kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana keduanya mengasihaniku sewaktu (mereka berdua mendidik aku waktu) kecil).”



Adapun dalam Tafsir Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur’an disebutkan bahwa ayat ini menunjukkan cara hendak mencari pahala dari kedua orangtua, bukan karena takut atau berharap sesuatu dari keduanya, dan maksud-maksud lain yang tidak berpahala. Baik di waktu mereka hidup atau sudah meninggal.

Dari ayat ini dapat dipahami, bahwa jika pendidikan yang diberikan banyak, maka semakin bertambah pula haknya. Oleh karena itu, orang yang mendidik seseorang dalam urusan agama dan dunianya dengan pendidikan yang baik selain kedua orangtuanya, maka dia memiliki hak terhadap orang yang dididik. Orang yang dididik perlu mendoakan kebaikan kepadanya, karena melalui pendidikan darinya, ia memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat Al-Isra ayat 24 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia. Pertama, keteladanan dalam penghormatan dan taat kepada orangtua. Ayat ini menanamkan nilai pendidikan moral yang sangat penting, yaitu hormat dan taat kepada orangtua. Dalam konteks pedagogis, ini mendidik siswa agar menghargai sosok yang berperan dalam membesarkan dan mendidik mereka, yaitu orangtua sebagai guru pertama dalam kehidupan.

Kedua, penanaman nilai empati dan kasih sayang sejak dini. Perintah untuk merendahkan diri dengan penuh kasih sayang mengajarkan pentingnya empati. Dalam pendidikan, empati menjadi dasar bagi pembentukan karakter siswa yang menghargai perasaan orang lain, termasuk kepada orangtua dan guru.

Ketiga, kesadaran spiritual dan doa sebagai bagian dari pembelajaran karakter. Doa untuk orangtua dalam ayat ini menjadi bagian dari pendidikan spiritual. Ini membentuk kesadaran bahwa berbuat baik kepada orangtua tidak hanya melalui tindakan, tetapi juga dalam bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT.

Berbakti kepada Orangtua

Bakti kepada orangtua memang selalu digandengkan dengan wujud ketaatan kepada Allah SWT. Hal ini dibuktikan dari firman-Nya dalam surat An-Nisa ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS An-Nisa: 36)

Kewajiban berbuat baik kepada kedua orangtua disebutkan baginda Nabi SAW dalam sabdanya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ رواه البخاري ومسلم

“Dari Abu Hurairah RA, seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi SAW menjawab, ‘Kemudian ayahmu’.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kita harus berbakti kepada orangtua karena mereka telah banyak berkorban demi merawat dan mendidik kita tanpa mengenal lelah terutama ibu yang sudah mengandung 9 bulan, melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya demi menyambut kedatangan buah hati yang ditunggunya, kemudian merawat dan membesarkan kita dengan penuh cinta.

Begitu juga perjuangan ayah yang tidak mengenal lelah dalam mencari nafkah melawan berbagai tantangan demi mencukupi kebutuhan keluarganya.

Jasa orangtua tidak bisa kita bayar dengan apapun karena jasa mereka terlalu banyak, mulai kita baru lahir sampai kita dewasa, mereka melakukan ini dengan ikhlas tanpa memikirkan imbalan apa pun dari seorang anak. Yang  diinginkan orangtua hanya kita selalu berbuat baik, patuh dengannya dan segala yang diajarkan kepada kita dilakukan.

Dalam kitab Al-Adab al-Mufrad, ada riwayat yang menyatakan, Imam Al-Asy’ari berkata, “Sebagian dari menghormati Allah adalah dengan menunjukkan rasa hormat kepada orang yang tua.”

Menghormati kedua orangtua merupakan hal yang sangat penting, karena mencerminkan penghargaan atas pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan sepanjang hidup kita. Sikap hormat kepada kedua orangtua memberikan dampak positif terhadap segala aspek kehidupan serta kita memperoleh berkah dan doa yang baik dari mereka yang mengantarkan keridhaan kepada Allah.

Allah SWT berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami) Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.” (QS Luqman: 14)

Kita harus menjaga ridha kedua orangtua kita, janganlah sampai mereka murka karena ridha dan murka Allah bergantung kepada kedua orangtua sehingga janganlah kita mengabaikan keduanya.

Rasulullah SAW bersabda:

رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ

“Ridha Allah SWT bergantung dari ridha kedua orangtua dan kemurkaan Allah SWT bergantung dari kemurkaan orangtua.” (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, Hakim)

Keutamaan Berbakti kepada Orangtua

Berbakti kepada kedua orangtua memiliki banyak keutamaan. Di antaranya, pertama, berbakti kepada kedua orangtua merupakan amalan yang dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

سَأَلْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّ الْأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: «الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ» قُلْتُ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: «ثُمَّ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ» قَالَ: حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي

“Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?’ Rasul menjawab, ‘Shalat pada (awal) waktunya.’ ‘Kemudian apa lagi?’ Nabi menjawab lagi, ‘Berbakti kepada kedua orangtua.’ Aku bertanya kembali, ‘Kemudian apa lagi?’ ‘Kemudian jihad fi Sabilillah.’ Ibnu Mas’ud mengatakan, “Beliau terus menyampaikan kepadaku (amalan yang paling dicintai oleh Allah), andaikan aku meminta tambahan, maka beliau akan menambahkan kepadaku”.” (HR Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Nasai)

Kedua, memperoleh doa mustajab orangtua. Rasullah SAWbersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ

“Ada tiga doa yang mustajab, tidak ada keraguan akan hal itu: doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orangtua untuk (kebaikan) anaknya.” (HR Ibnu Majah)

Ketiga, bertambah rezekinya dan umurnya panjang. Rasullah SAW bersabda:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda: ‘Siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia berbakti kepada kedua orangtuanya dan menyambug silaturahim (kekerabatan)’.” (HR Ahmad)

Keempat, memperoleh surga Allah. Rasulullah SAW bersabda:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

“Wahai Rasûlullâh! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allâh Azza wa Jalla) dan aku datang untuk meminta pendapatmu. Maka Rasûlullâh SAW bersabda, ‘Apakah kamu mempunyai ibu?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Rasûlullâh SAW bersabda, ‘Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya’.” (HR Imam an-Nasâ-i, Imam al-Hâkim dan Imam ath-Thabrani)

Penyesalan Anak

Lalu bagaimana nasib anak yang tidak berbakti kepada kedua orangtuanya? Pertama, kelak di hari akhir akan menyesal dan memperoleh azab. Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْ قَالَ لِوَالِدَيْهِ اُفٍّ لَّكُمَآ اَتَعِدَانِنِيْٓ اَنْ اُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتِ الْقُرُوْنُ مِنْ قَبْلِيْۚ وَهُمَا يَسْتَغِيْثٰنِ اللّٰهَ وَيْلَكَ اٰمِنْۖ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّۚ فَيَقُوْلُ مَا هٰذَآ اِلَّآ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَ ۝١٧اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْٓ اُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا خٰسِرِيْنَ ۝١٨

“Namun, orang yang berkata kepada kedua orangtuanya, ‘Ah, kamu berdua! Apakah kamu berdua memperingatkanku bahwa aku akan dibangkitkan (dari kubur), padahal umat-umat sebelumku telah berlalu?’ Sementara itu, kedua orangtuanya memohon pertolongan kepada Allah (seraya berkata,) ‘Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah itu benar.’ Lalu, dia (anak itu) berkata, ‘Ini hanyalah dongeng orang-orang dahulu’.” (17) “Mereka itulah orang-orang yang pasti terkena ketetapan (azab) bersama umat-umat sebelum mereka dari kalangan jin dan manusia. Sesungguhnya mereka orang-orang yang rugi. (18) (QS Al-Ahqaf: 17-18)

Kedua, mendapat kehinaan. Rasullah SAW bersabda:

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ». قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

“Sungguh terhina, sungguh terhina, sungguh terhina.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Sungguh hina) seorang yang mendapati kedua orangtuanya masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk surga.” (HR Muslim no. 2551)

Ketiga, memperoleh hukuman yang segera ketika masih di dunia sebelum kematiannya. Rasullah SAW bersabda:

كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَّا الْبَغْيَ وَقَطِيْعَةَ الرَّحِمِ يُعَجِّلُهُ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ قَبْلَ الْمَمَاتِ

“Semua dosa diakhirkan balasannya oleh Allah sesuai kehendak-Nya kecuali dosa durhaka kepada orangtua. Dia akan menyegerakan balasan tersebut kepada pelakunya di dunia sebelum kematiannya.” (HR Al-Hakim)

Cara Berbakti kepada Orangtua

Lalu bagaimana cara berbakti kepada kedua orangtua? Pertama, senantiasa berbuat baik kepada kedua orangtua, jangan membentak, jangan mengucapkan “ah” dan ucapkan perkataan yang baik. Allah SWT berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS Al-Isra: 23)

Ibnu Katsir memaparkan mengenai tafsir ayat di atas, jika mereka telah memasuki usia saat kekuatan melemah dan memerlukan perlakuan yang baik, maka janganlah kamu mengatakan kepada mereka “ah”. Ini sikap menyakitkan yang paling ringan, sebagai petunjuk atas sikap menyakiti lainnya yang lebih besar. Maknanya, janganlah kalian menyakiti mereka dengan sesuatu apa pun, meskipun kecil.

Kedua, senantiasa mendoakan kedua orangtua. Rasulullah SAW bersabda :

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim: 1631)

Di antara investasi terbesar orangtua yaitu anak yang shalih yang mau mendoakan kedua orangtuanya. Maka, sebagian ulama menyatakan bahwa ciri-ciri anak yang shalih yaitu anak yang mau mendoakan kedua orangtuanya. Karena doa anak kepada orangtua sangat dinantikan apalagi yang telah mendapati kedua orangtuanya meninggal, maka doa kita sangat mereka tunggu sebagai bentuk bakti kita menjadi anak shalih dan mereka memperoleh pahala jariyyah dari apa yang kita minta kepada Allah untuk kebaikan keduanya.

Ketiga, memperhatikan keadaan orangtua dan memberikan nafkah/infak. Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُوْنَكَ مَاذَا يُنْفِقُوْنَۗ قُلْ مَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَابْنِ السَّبِيْلِۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ

“Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, ‘Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan (dan membutuhkan pertolongan).’ Kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS Al-Baqarah: 216)

Keempat, tidak durhaka kepada orangtua. Rasulullah SAW bersabda:

الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

“Dosa besar itu syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orangtua, membunuh jiwa seseorang, dan sumpah palsu.”  (HR Al-Bukhari)

Kisah Teladan

Salah satu kisah sahabat Nabi yang durhaka kepada orangtua, yang paling terkenal dalam sejarah Islam yaitu kisah Alqamah bin Qais. Dia terkenal karena kesungguhannya dalam beribadah, selalu melaksanakan shalat, berpuasa, dan sangat dermawan kepada sesama. Namun, di balik semua ibadahnya, terdapat satu kekurangan besar yang merugikannya yaitu kurangnya perhatian dan penghormatan kepada ibunya.

Diriwayatkan bahwa suatu hari Alqamah sakit parah. Saat kondisinya semakin memburuk, para sahabat berusaha membantunya mengucapkan syahadat (pernyataan iman) sebagai persiapan menjelang kematiannya. Namun, yang terjadi selanjutnya sangat mengejutkan: Alqamah tidak bisa mengucapkan syahadat, seolah ada sesuatu yang menghalanginya untuk melakukannya.

Melihat hal ini, para sahabat segera pergi menemui Nabi Muhammad SAW untuk memberitahukan keadaan Alqamah. Nabi kemudian bertanya apakah Alqamah memiliki masalah dengan orangtuanya, khususnya ibunya. Para sahabat menjelaskan bahwa Alqamah sering mengabaikan ibunya dan tidak menunjukkan rasa hormat yang pantas kepadanya. Nabi SAW memerintahkan mereka untuk membawa ibu Alqamah.

Ketika ibu Alqamah tiba, Nabi SAW menanyakan hubungan antara Alqamah dan ibunya. Sang ibu mengakui bahwa meskipun Alqamah seorang Muslim yang taat, dia sering mengabaikannya dan memperlakukannya dengan buruk. Nabi SAW kemudian memberitahunya bahwa kebaikan dan pengampunannya terhadap Alqamah sangat penting, agar Alqamah dapat mengucapkan syahadat pada saat kematiannya.

Awalnya, ibu Alqamah merasa terluka oleh sikap anaknya dan enggan untuk memaafkannya. Namun, dengan dorongan dan nasihat dari Nabi, akhirnya ia melunak dan setuju untuk memaafkannya. Setelah dia memaafkannya, Alqamah pun akhirnya bisa dengan mudah mengucapkan syahadat sebelum meninggal.

Kisah Alqamah mengandung pelajaran penting tentang perlunya menghormati dan berbuat baik kepada orangtua. Ketakwaan dalam beribadah kepada Allah tidaklah sempurna tanpa kebaikan kepada orangtua. Taat dan berbuat baik kepada orangtua merupakan salah satu perintah utama dalam Islam.

Kisah ini menunjukkan bahwa ketakwaan seseorang dalam beribadah kepada Allah bisa terhalang oleh perlakuan buruk terhadap orangtua. Ketaatan kepada orangtua merupakan salah satu hal yang paling dicintai oleh Allah, dan ridha orangtua memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan dan kematian seseorang.

رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua (menyayangiku ketika) mendidik aku pada waktu kecil.” (QS Al-Isra’: 24)  []

Tags: Alqamah bin QaisOrangtuaRidha orangtua
Share46Tweet29Send
Previous Post

Lanjutkan Estafet Perjuangan, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Membentuk Formasi Pimpinan Baru Periode 2025-2030

Next Post

Demi Stabilitas Pendidikan dan Pelajaran di KMI* (Bagian Pertama)

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Belajar Pramuka, Nurul Jadid Paiton Kunjungi Gontor Putri Ngawi

Belajar Pramuka, Nurul Jadid Paiton Kunjungi Gontor Putri Ngawi

0
Academic Tour AFI UNIDA Gontor Sajikan Pembelajaran Reflektif dan Bermakna

Academic Tour AFI UNIDA Gontor Sajikan Pembelajaran Reflektif dan Bermakna

0
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

0
Tere Liye Motivasi Santri Galakkan Dunia Tulis Menulis

Tere Liye Motivasi Santri Galakkan Dunia Tulis Menulis

0
Hadiri PELITA Ahmad Fuadi Bagikan Kisah Menulis Negeri Lima Menara

Hadiri PELITA Ahmad Fuadi Bagikan Kisah Menulis Negeri Lima Menara

0
Tere Liye Motivasi Santri Galakkan Dunia Tulis Menulis

Tere Liye Motivasi Santri Galakkan Dunia Tulis Menulis

21 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Pembukaan PELITA, Ustadz Suharto Tekankan Pentingnya Literasi dan Peran Santri dalam Mengembangkannya

Pembukaan PELITA, Ustadz Suharto Tekankan Pentingnya Literasi dan Peran Santri dalam Mengembangkannya

21 October 2026
Rayakan Milad 16 Tahun: Penerbit Rene Turos Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan Milad 16 Tahun: Penerbit Rene Turos Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

21 October 2026
Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

Pusat Data ChatGpt ‘Kuras’ Jutaan Liter Air Bersih

20 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini. 
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan Mini

Link pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mg

atau bisa lihat di link Bio.

#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalah

Jangan sampai kehabisan.

Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-baju

kontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXL

Warna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result