Dar es Salaam, Gontornews — Presiden Tanzania, John Magufuli mendesak seluruh perempuan di Tanzania untuk melahirkan anak lebih banyak demi mendongkrak perekonomian negara. Menurut Magufuli, populasi besar mendorong pembangunan ekonomi negara.
“Ketika anda memiliki populasi besar, anda bisa membangun kekuatan ekonomi. Itulah sebabnya ekonomi Tiongkok sangat besar,” kata Magufuli, Selasa (16/7), sebagaimana dilansir Reuters.
Selain Tiongkok, Presiden Magufuli, menyebut India dan Nigeria sebagai salah satu negara yang memperoleh manfaat bonus demografi di dunia.
“Saya tahu bahwa mereka yang suka memblokir indung telur (wanita yang tidak ingin hamil dan melahirkan anak) akan mengeluhkan komentar saya. Bebaskan indung telurmu, biarkan mereka membloknya,” tambah Magufuli.
Sejak menjabat sebagai Presiden pada tahun 2015, Magufuli telah meluncurkan program-program pro industri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen per tahun. Magufuli menambahkan bahwa jika populasi bisa lebih ditingkatkan maka kemajuan sebuah negara akan menjadi lebih cepat.
Di tangan Magufuli, Tanzania menjadi salah satu negara di Afrika yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen setidaknya dalam satu dekade terakhir. Di sisi lain, angka kelahiran di negara Afrika Timur tersebut juga menunjukkan angka yang sangat pesat yaitu 5 anak per satu wanita.
Lembaga PBB untuk dana populasi dunia, UNPFA (United Nations Fund for Population Activities), menunjukkan bahwa populasi rakyat Tanzania tumbuh sekitar 2,7 persen per tahun. Akibat pertumbuhan populasi ini, sebagian rumah sakit dan sekolah dikabarkan penuh sesak sementara angka pengangguran terus naik.
Magufuli bahkan tidak segan untuk mengkritik program keluarga berencana dan menyebut mereka yang membatasi angka kelahiran sebagai orang-orang malas. “Mereka terlalu malas untuk mengurus anak-anak mereka,” kata Magufuli mengkritik program Keluarga Berencana seraya melarang Kementerian Kesehatan melarang penyiaran iklan keluarga berencana yang didanai oleh AS.
Dampak peningkatan populasi yang ditunjukkan di Tanzania adalah menurunnya angka kemiskinan hingga 26 persen. [Mohamad Deny Irawan]





















