Bangkok, Gontornews — Pengunjuk rasa pro demokrasi di Thailand terus mengembangkan bahasa isyarat tubuh. Terbaru, para pengunjuk rasa menggunakan isyarat tubuh seperti tangan yang menunjuk di atas kepala (memerlukan payung), tangan di atas kepala (butuh helm), tangan disilangkan ke dada yang menandakan perbekalan cukup.
Reuters mencatat bahwa dalam beberapa hari terakhir para demonstran mengembangkan bahasa tubuh untuk berkoordinasi dengan kerumunan ribuan orang.
“Setiap orang telah membantu satu sama lain,” kata Riam, salah seorang demonstran berusia 19 tahun kepada Reuters.
“Awalnya, kami harus memikirkan apa yang orang katakan, tetapi dengan isyarat, hal tersebut cukup mudah untuk ditebak,” sambung Riam.
Sejumlah kosakata isyarat tangan demonstran Thailand juga digunakan oleh demonstran Hong Kong. Beberapa kosakata baru dibuat dan saat ini sudah digunakan secara umum.
Protes pro demokrasi Thailand telah terjadi selama tiga bulan. Para demonstran berusaha menjatuhkan Perdana Menteri Prayut Chan’ocha serta mengekang kekuasaan monarki Raja Maha Vajiralongkorn.
Para demonstran mendapatkan momentum pekan lalu seiring dengan tindakan keras pemerintah yang menangkap pemimpin demonstrasi. Mereka juga mendapatkan tembakan meriam air pada Jum’at (16/10).
Juru bicara kepolisian Thailand, Kissana Phathanacharoen, mencatat demonstrasi berjalan sangat dinamis. Phathanacharoen meminta warga untuk menyadari bahwa kehadirannya dalam demonstrasi merupakan perbuatan ilegal.
“Setiap orang berpendidikan tinggi akan belajar bagaimana cara bertahan hidup tanpa pemimpin,” kata Tangmae, demonstran berusia 20 tahun.
“Kita harus berkomunikasi agar protes bisa terjadi dengan tertib,” pungkas Tangmae. [Mohamad Deny Irawan]





















