Beirut, Gontornews — Pasukan keamanan Lebanon terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstrasi di luar bank sentral Lebanon, Selasa (14/1) malam waktu setempat. Langkah ini dilakukan menyusul serangan yang dilancarkan para demonstran dengan menggunakan batu dan kembang api.
Pasukan keamanan juga melakukan tembakan peringatan guna mengamankan kondisi demonstrasi. Para demonstran merasa bahwa krisis ekonomi di Lebanon disebabkan bank dan kebijakan bank sentral Lebanon.
“Semua yang kita derita hari ini adalah karena bank dan kebijakan bank sentral,” ungkap seorang demonstran, Ali.
“Inilah sebabnya mengapa tidak ada lagi uang dan harga (kebutuhan pokok) naik.”
“Mereka tidak akan memberikan uang yang dimiliki oleh para nasabah,” tambah Ali sebagaiman dilansir Reuters.
Para demonstran mengatakan bahwa kebijakan untuk mengontrol ketat serta membatasi penarikan dolar dan memblokir sebagian besar transfer keuangan ke luar negeri juga memicu kemarahan warga.
Meski demikian, seorang pejabat mengatkaan bahwa Gubernur Bank Sentral Lebaonon, Riad Salameh, memastikan bahwa simpanan uang di bank berada dalam kondisi aman.
Pasukan keamanan Lebanon pun meminta para demonstran untuk meninggalkan jalan Hamra demi keselamatan para demonstran. [Mohamad Deny Irawan]





















