Ponorogo, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) sukses mengadakan Demonstrasi Bahasa yang dipanitiai oleh santri kelas 3 Intensif dan kelas 4 Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI). Acara berlangsung pada hari Selasa (22/6) pukul 20.00 WIB di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor dan dibuka oleh Al-Ustadz Fawwaz Ahmad Zarkasyi, Lc., M.A.
“Acara Demonstrasi Bahasa merupakan agenda tahunan yang selalu dilaksanakan untuk memperkenalkan Bhinneka Tunggal Ika di PMDG, sebagai sarana untuk menampilkan keunikan bahasa dari tiap daerah yang ada di Indonesia,” kata Ustadz Fawwaz.
Kegiatan ini juga membuktikan betapa kuatnya Bhinneka Tunggal Ika di PMDG, walaupun banyaknya santri dari berbagai macam daerah, mereka semua mampu menghargai perbedaan itu dan menikmati acara ini dengan khidmat.
Al-Ustadz Muzami sebagai guru pembimbing menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh beberapa konsulat dan yang terpilih untuk menampilkan bahasanya, adalah :
- Konsulat Jambi (Defri, 1 Intensif G) dengan Bahasa Bungo dan Kerinci
- Konsulat Kalimantan (Aqla, 4-G) dengan Bahasa Banjar
- Konsulat Sumatera Selatan dan Bengkulu (Muhammad Naufal, 3 Intensif I) dengan Bahasa Sekayu
- Konsulat Priangan (Raihan Alauddin Ghaisan, 3 Intensif L) dengan Bahasa Sunda
- Konsulat Sumalia (Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya) (Biyan, 4-G) dengan Bahasa Bugis
- Konsulat Surabaya (Rafi, 3 Intensif I) dengan Bahasa Jawa.
“Keenam Konsulat/Daerah yang ditunjuk untuk tampil sebagai perwakilan daerahnya, diharapkan mampu menggambarkan betapa beragamnya budaya bahasa bangsa Indonesia,” papar Ustadz Muzami.
Pada Demonstrasi Bahasa kali ini, tidak sedikit dari santri khususnya santri baru di PMDG terpukau akan keberagaman bahasa yang ada di Indonesia. []





















