Istanbul, Gontornews — Dewan Tinggi Negara Libya pada 22 Agustus memuji peran Turki dan Qatar dalam mengakhiri serangan panglima perang Khalifa Haftar di Tripoli dan di bagian barat negara itu.
Dalam sebuah pernyataan setelah seruan gencatan senjata 21 Agustus oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) dan parlemen pro-Haftar, dewan tersebut juga mendesak Mesir untuk terlibat secara pragmatis dengan pemerintah Libya yang sah demi kepentingan kedua negara.
“Kami sangat menghargai peran negara-negara sahabat dan persaudaraan yang mendukung kami dalam menghadapi agresi teroris Haftar dan tentara bayarannya, khususnya Turki dan Qatar,” bunyi pernyataan itu dikutip Hurriyetdailynews.com.
Dewan tersebut juga menekankan pentingnya memperluas otoritas GNA berbasis Tripoli ke seluruh negeri.
Ia juga meminta semua pihak untuk menghormati resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Libya.
Turki dan Qatar memainkan peran penting dalam mendukung pemerintah Libya dan mempertahankan Tripoli dari pasukan Haftar, sementara negara-negara lain termasuk Mesir, UEA, Prancis, dan Rusia mendukung panglima perang tersebut.
Dalam pernyataan terpisah pada 21 Agustus, pemerintah Libya dan parlemen Tobruk mengumumkan gencatan senjata segera di wilayah Sirte dan al-Jufra, dan setuju untuk mengadakan pemilihan presiden dan parlemen.
Deklarasi gencatan senjata telah dipuji secara regional dan internasional, tetapi Haftar belum mengomentari perkembangan tersebut. []




















