Gerung, Gontornews — Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid menghadiri penutupan sekaligus mengukuhkan peserta pelatihan Mitigasi Kebencanaan bertempat di Madani Super Camp Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada, Dusun Lebah Suren, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Ahad (7/3).
Dalam sambutan penutupan kemah Pelatihan Mitigasi Kebencanaan ini, Fauzan Khalid mengatakan pelatihan mitigasi bencana ini sangat penting karena mendorong peranan dalam pembentukan karakter.
Selain itu, ia juga menyebutkan di beberapa tempat di Lombok Barat, NTB, Indonesia bahkan dunia, banyak terjadi bencana banjir, longsor, dan angin puting beliung sehingga mengelola bencana itu sangat penting terutama konteks dalam mempersiapkan diri, konteks mitigasinya, dan serta tanggap daruratnya.
“Termasuk bagaimana membantu masyarakat dan mengelola bantuan-bantuan untuk diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung,” kata bupati.
Oleh karena itu, ia menekankan pada mitigasi bagaimana sejak awal sudah siap dalam konteks mencegah bencana.

Bencana di luar gempa, katanya, banyak diakibatkan oleh perbuatan manusia itu sendiri. Untuk itu, lanjutnya, kesadaran itu penting, menanamkan kemampuan mulai dari santri karena efeknya sangat luar biasa.
“Kepedulian kita dengan sesama sudah mulai berkurang dan di beberapa tempat sudah mulai terkikis. Saya berharap adik-adik jadi pelopor, kita harus peduli dan merasakan apa yang dirasakan masyarakat kita, jangan saling menyalahkan,” pesannya.
“Mari kita bergerak dengan nilai-nilai kemanusiaan untuk sesama makhuk Allah SWT,” lanjutnya mengajak.
Sementara itu, TGH Khairi Habibullah menyebut pelatihan ini untuk membentuk generasi yang siap dan selalu menyiapkan diri khususnya dalam menghadapi bencana-bencana.
Karena menurut Pimpinan Ponpes Nurul Haramain Putra tersebut, kesiapan menghadapi bencana tidak bisa timbul begitu saja, namun harus ada pelatihan dan cara-cara penanggulangannya. Dengan demikian kita bisa menghindari banyak korban.
Khairi menyampaikan ucapan terima kasih kepada bupati yang menyempatkan hadir, para pelatih dan Dinas Sosial yang telah mempercayakan IKPM Gontor cabang Lombok dan Ponpes Haramaian sebagai tempat pelatihan mitigasi bencana.
“Terima kasih atas kepercayaan Madani Super Camp sebagai tempat pelatihan mitigasi untuk generasi yang akan datang. Mereka pejuang-pejuang di masa depan kita,” cetus Khairi
Usai menghadiri penutupan pelatihan di Lembah Madani, H Fauzan khalid didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Camat Narmada, Kapolsek, dan Kepala Desa Sedau melepas bibit ikan nila sebanyak 10 ribu ekor di Bendungan Gunung Jae. [Hafidh/KR]



















