Bandung, Gontornews — Sebanyak 12 alat peringatan dini tsunami di kawasan pantai Pangandaran, Jawa Barat, rusak. Sebelumnya ada sekitar 14 alat peringatan tsunami yang terpasang di sekitar wilayah tersebut, namun saat ini hanya dua yang berfungsi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena mengatakan, kerusakan 12 alat peringatan tsunami diakibatkan oleh tsunami yang terjadi tahun 2007 lalu di kawasan tersebut.
Akibat kerusakan itu, lanjut Nana, akan kesulitan untuk memberitahukan secara dini kepada masyarakat apabila terjadi ancaman bahaya bencana tsunami.
“Pemerintah telah memasang 14 alat peringatan tsunami itu sebagai alat untuk memberitahukan masyarakat di sekotar pesisir pantai jika ada ancaman bahaya tsunami,” jelasnya dikutip Antaranews.
Alat-alat tersebut lanjut Nana, sudah terpasang di sepanjang pantai Kabupaten Pangandaran. Mulai dari Kalipucang sampai Cimerak namun sebagian besar kondisinya rusak karena korosi.
“Sementara dua alat yang masih berfungsi ada di dua titik yakni di Bojes dan Telkom Pangandaran,” katanya.
Menurutnya, alat peringatan tsunami yang rusak tersebut kondisinya sangat parah dan tidak bisa diperbaiki. Sehingga dibutuhkan alat peringatan tsunami yang baru untuk memberitahukan bahaya ancaman sewaktu-waktu terjadi tsunami.
“Kalau ingin diperbaiki sulit karena komponennya tidak ada, jadi lebih baik beli baru,” kata Nana.
Saat ini, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pangandaran tengah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Jabar untuk pemasangan baru alat peringatan tsunami. Nantinya setelah alat terpasang, akan ada perjanjian antara pemerintah daerah dengan masyarakat setempat untuk menjaga, merawat dan memberikan informasi apabila ada yang rusak.
“Saat pasang baru nantinya akan ada perjanjian untuk perawatan dan menjaga alat-alat itu,” katanya.[Devi Lusianawati]


















