Tel Aviv, Gontornews–Kobaran api yang berkecamuk di Israel sejak pekan lalu sulit untuk dipadamkan. Hal ini membuat Pemerintah Palestina memiliki kepedulian untuk membantu pemadaman. Palestina mengirim 4 tim pemadam kebakaran untuk bergabung dengan sejumlah negara lainnya yang memberikan bantuan. Disusul delapan truk dan puluhan petugas lain untuk menjinakkan api yang melalap sebagian wilayah Israel.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan bahwa Koordinator Aktivitas Pemerintahan Israel di daerah akan mengawasi kerja sama antara Palestina dengan kru pemadam kebakaran Israel, Rusia, Turki, Yunani, Italia, Kroasia, dan Siprus.
Sementara Amerika Serikat (AS) telah setuju untuk mengirim pesawat pemadam kebakaran Boeing 747 “Supertanker”.
Perdana Menteri Iseral Benyamin Netanyahu dan beberapa pejabat penting Israel pun mengapresiasi keberhasilan tim gabungan pemadam kebakaran pada Sabtu malam.
“Tidak ada titik api aktif yang tersisa. Sejak tadi malam sudah cukup tenang, kami tidak memiliki aktivitas baru,” kata juru bicara tim pemadam kebakaran dan penyelamat Yoram Levy seperti dikutip Alarabiya, Senin (28/11).
Kementerian Luar Negeri Israel pun menerbitkan pengumuman di media sosial berisi ucapan terima kasih kepada negara-negara asing yang membantu Israel mengatasi kebakaran hebat yang melanda wilayah Israel utara dan tengah.
Sayangnya, apresiasi terhadap Palestina digambarkan sangat kecil. Sedangkan apresiasi kepada negara-negara asing lainnya seperti AS, Yunani, Prancis, Turki dan lainnya digambarkan sangat besar termasuk dengan ilustrasi warna-warni pesawat dan bendera masing-masing negara.
”Pesan itu memalukan dan tidak benar mewakili partisipasi petugas pemadam kebakaran Palestina. Ini merupakan upaya untuk memangkas peran kemanusiaan dari negara Palestina di dunia,” demikian Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataannya.
Pihak Palestina mengimbang masyarakat internasonal untuk bersikap waspada untuk tidak memungkinkan Israel memanipulasi bencana kebakaran sebagai dalih untuk menguasai tanah-tanah Palestina. [Ahmad Muhajir]




















