Dinda Intan Pramesti Putri adalah seorang profesional muda yang berdedikasi tinggi dengan pengalaman yang luas di bidang Manajemen Seni-Budaya, Pengembangan Masyarakat, Penelitian, dan Foto. Alumnus Gontor Putri tahun 2005 ini, sekarang tinggal di Edinburgh, Eropa, melanjutkan studi S2nya.
Selama ini beragam kegiatan kesenian, kebudayaan, dan sosial sudah banyak Dinda jajagi. Baik di kancah nasional maupun internasional.
Di antaranya seperti kegiatan saat di Indonesia pada tahun 2012 yakni Produser Pameran dan Kinerja Flipflop Wayang Beber, “Dolanan (Pemusik) Wayang Beber”, di Bentara Budaya Jakarta, Indonesia. Ada juga Inggris Youth for Children Charity – “Mari Berjuang Bantu Anak Kanker”, dengan lokakarya dan WBM Seni Pertunjukan berjudul “Timun Mas” di Rumah KITA, YKAKI Jakarta, Indonesia.
Ia dan teman-teman juga sempat terpilih sebagai finalis Lomba Kewirausahaan Sosial untuk Organisasi Seni, Kreatif, dan Pariwisata oleh British Council Indonesia dan DIAGEO pada tahun 2015. Sesudah tinggal di Eropa, Dinda diangkat sebagai Ketua Departemen Kesenian dan Kebudayaan, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di UK hingga sekarang.
Tugasnya adalah bertanggung jawab mengembangkan aspirasi mahasiswa Indonesia di bidang seni dan budaya di Inggris. Bekerjasama dengan perwakilan mahasiswa kota di seluruh perguruan tinggi di Inggris untuk mendukung promosi Indonesia di bidang seni dan budaya dengan acara-acara kebudayaan di Inggris.
Pada beberapa acara kesenian dan kebudayaan, ia juga sempat menjadi Relawan di Imaginate Festival, Edinburgh, UK, tahun 2016 ini. Ia juga pengamat yang memopulerkan brand Kota Jogjakarta sebagai kota festival untuk dipromosikan hingga tingkat internasional.
“Sayang sekali, Jogjakarta yang mempunyai potensi luar biasa belum dijadikan sebagai kota festival dunia,” keluh gadis berkacamata ini kepada Gontornews.com. Dan sampai sekarang, lanjutnya, belum ada satu pun kota di Indonesia yang masuk jaringan kota festival dunia.
Sekarang, mahasiswi Queen Margaret University, jurusan Manajemen Seni, Festival, dan Budaya, ini tengah menyelesaikan disertasi berjudul Feasibility Study of Jogja Festivals; a Strategic Umbrella Organisation for Festival in Yogyakarta City, Indonesia, Case Study; Festival Edinburgh. [Edithya Miranti/Rus]























