Raisa Shahrestani ialah seorang translator Rusia-Inggris dan Inggris-Rusia. Sebelum menjadi penerjemah, Icha, begitu sapaan akrabnya, hanyalah seorang freelancer untuk para tamu yang datang dari Rusia. “Ketika menjadi freelancer mimpi saya saat itu adalah ingin menjadi seorang penerjemah bahasa Rusia profesional,” kenang Raisa.
Wanita 29 tahun ini pernah mengambil program magister (S2) di sebuah universitas di Rusia. Setelah tiga tahun masa kuliah, Icha akhirnya berhasil meraih gelar magister dalam bidang penerjemahan Rusia-Inggris dan Inggris-Rusia.
Alumnus Pondok Modern Gontor Putri 3, Karangbanyu, Ngawi, Jawa Timur, tahun 2005, ini menuturkan, berkat pengalaman menjadi seorang penerjemah itulah ia akhirnya mau memberanikan diri untuk mendaftar sebagai anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI). Setelah proses dokumen dan verifikasi oleh pihak HPI, ia pun mengantongi kartu keanggotaan HPI.
Kini, mantan dosen Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, ini telah menjabat sebagai Regional Business Manager untuk Indonesia di perusahaan Maarij Capital. Perusahaan tersebut berbasis di UK dan Kingdom of Saudi Arabia.
Anak kedua dari empat bersaudara ini lalu membocorkan beberapa kiat sukses untuk menguasai bahasa asing. Menurutnya, hal pertama yang diperlukan adalah ketertarikan dan keinginan untuk menguasai bahasa asing tersebut.
Setelah itu mulai mencari media pembelajaran yang disukai. Bisa melalui lagu, membaca berita dalam bahasa asing, berkomunikasi langsung dengan native speaker, atau menonton film berbahasa asing. “Intinya kita belajar bahasa pasti untuk berkomunikasi kan? Nah, untuk komunikasi yang baik tentu membutuhkan banyak kosa-kata,” paparnya.
Selain itu, terus berusaha dan jangan puas dengan kemampuan bahasa yang sudah dimiliki. Karena hidup terus berkembang dan dunia semakin mengglobal. “Sedangkan bahasa adalah salah satu aset berharga yang dapat membuka pintu-pintu dunia,” pungkas Raisa. [Edithya Miranti/Rus]























