Mekkah, Gontornews — Masa pemberangkatan jamaah haji Indonesia gelombang pertama sudah berlangsung lebih dari sepekan. Dalam rentang itu, tercatat ada 10 jamaah haji Indonesia yang meninggal; sembilan orang wafat di Madinah dan satu orang di pesawat.
Dari data yang dirilis Penghubung Kesehatan Daker Mekkah Ramon Andreas, diketahui bahwa mayoritas penyebab kematian jamaah adalah penyakit jantung. Sedikitnya ada 8 jamaah yang wafat karena gangguan kesehatan yang melibatkan fungsi jantung dan pembuluh darah ini. Adapun penyebab kematian lainnya adalah penyakit menular dan parasit serta gangguan pencernaan.
Dimintai tanggapannya, Kasi Kesehatan Daker Mekkah dr. Umar Said mengatakan bahwa diabetes melietus dan penyakit jantung menjadi penyebab terbanyak kematian jamaah. “Jadi memang pasien di Tanah Air sudah memiliki faktor risiko. Kebanyakan pasien usia lanjut. Faktor risiko ini bisa jadi karena perjalanan yang jauh lalu memunculkan kekambuhan penyakitnya,” terangnya dikutip kemenag.go.id, Kamis (18/8).
Sebagai antisipasi, lanjut Umar, KKHI Daker Mekkah sudah menyiapkan sarana dan prasarana berupa ICU dengan 12 tempat tidur. Selain itu, KKHI Daker Mekkah juga dilengkapi dengan ruang intermediate dan sarana prasarana ICU dan ICCU. Jadi sarana di sini siap untuk menerima pasien berisiko tinggi.
Berikut ini data 10 jamaah haji yang wafat:
1. Senen bin Dono Medjo (79). Laki-laki. Kloter 007 Embarkasi Surabaya
2. Siti Nurhayati binti Muhammad Saib (68). Perempuan. Kloter 002 Embarkasi Aceh
3. Martina binti Sabri Hasan (47). Perempuan. Kloter 006 Embarkasi Batam
4. Khadijah Nur binti Imam Nurdin (66). Perempuan. Kloter 004 Embarkasi Aceh
5. Dijem Djoyo Kromo (53). Perempuan. Kloter 18 Embarkasi Solo
6. Sarjono bin Muhammad (60). Laki-laki. Kloter 006 Embarkasi Batam
7. Oom Eli Asik (66). Perempuan. Kloter 003 Embarkasi Jakarta-Bekasi
8. Nazar Bakhtiar bin Batiar (82). Kloter 001 Embarkasi Padang
9. Juani bin Mubin Ben (61). Kloter 006 Embarkasi Aceh
10. Asma binti Mian (78). Kloter 001 Embarkasi Padang.
Para jamaah yang wafat ini akan dibadalkan hajinya oleh pemerintah. Semua jamaah yang wafat mulai dari embarkasi sampai sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah akan dibadalkan tanpa ada biaya tambahan apa pun yang dikenakan kepada keluarga.
Kasi Bimbingan Ibadah Daker Mekkah Tawwabuddin, Selasa (16/8), menjelaskan, berdasarkan Keputusan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah No 456 tahun 2015 tentang Pedoman Pelaksanaan Safari Wukuf dan Badal Haji, semua jamaah haji yang meninggal sebelum wukuf akan dibadalhajikan. Ini termasuk jamaah yang berada di asrama, embarkasi, sampai berada di Saudi.
“Jadi keluarga tak perlu ragu atau bimbang. Insya Allah semua jamaah yang wafat akan dibadalkan pemerintah,” kata Tawwab. [Fathurroji/Rus]





















