Washington, Gontornews — Dewan Keamanan PBB telah melakukan pertemuan secara tertutup dengan agenda membahas konflik Kashmir, Jumโat (16/7). Pertemuan ini sebagai bentuk respon DK PBB terhadap laporan yang masuk dari Cina dan Pakistan menyoal pencabutan status khusus di Jammu dan Kashmir.
Sebagaimana diketahui, Kashmir dan Jammu telah menjadi titik konflik antara India dan Pakistan dalam rentang waktu yang panjang. Namun, konflik di Kashmir akan terus berlangsung sekalipun telah masuk pembahasan di DK PBB. Pasalnya, secara tradisional Amerika Serikat merupakan sekutu India sedangkan Cina menjadi rekan sejawat bagi Pakistan.
โPakistan tidak akan memprovokasi balik (tentang pencabutan status khusus bagi Jammu dan Kashmir). Akan tetapi India juga tidak salah mengira jika sikap kami yang menahan tindakan merupakan sebuah kelemahan,โ ungkap Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi, sebagaimana dilansir Reuters.
โJika India memilih untuk menggunakan kekuatan (militer), Pakistan akan siap merespon dan membela diri dengan segala kemampuan (yang dimiliki),โ tambah Qureshi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres meminta kepada Pakistan dan India agar menahan segala bentuk tindakan yang mempengaruhi status khusus di Jammu dan Kashmir. Selain itu, Guterres juga menyatakan keprihatinannya terkait apa yang terjadi di perbatasan Kashmir dan India. [Mohamad Deny Irawan]





















