Ngawi, Gontornews — Siapa yang tidak kenal dengan aktris cantik, politisi dan akademisi bernama Marissa Haque Wanita kelahiran Balikpapan, 15 Oktober 1962, ini telah berhasil meraih prestasi sejak tahun 1980-an. Beberapa di antaranya pemenang Piala Citra Aktris Pembantu Wanita Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 1985 di Bandung dan Best Actress pada FFAP (Festival Film Asia Pacifik) ke-62 di Taipei, Taiwan.
Meski memiliki segudang aktivitas di luar rumah, Marissa tidak pernah melupakan tugasnya sebagai istri dan ibu bagi anak-anak. “Sehebat apapun seorang wanita, ia tetap menjadi sosok ibu bagi anak-anaknya,” paparnya dalam dialog Peran Wanita dan Tantangan Zaman di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 Ngawi, awal September 2016.
Dialog dalam rangka perayaan ke-25 tahun Gontor Putri yang dihadiri ribuan santri itu, Marissa bercerita seputar pengalaman dan kiat sukses hidupnya. Ia menjelaskan, wanita shalihah harus pintar menjalankan perannya baik dalam keseharian, mengurus rumah tangga, maupun masyarakat.
“Seorang wanita juga menjadi teladan dalam segala hal. Khususnya yang berhubungan dengan peran dan tugas perempuan,” tandas wanita berhijab itu. Dengan begitu, setiap wanita harus haus ilmu agar bertambah luas wawasan dan pengetahuannya.
Dosen di berbagai universitas ternama di Indonesia ini menuturkan, setiap Muslimah jangan hanya berkutat di kasur, sumur, dan dapur saja. Karena masyarakat juga butuh peran hebat wanita di berbagai aspek pergerakan kemasyarakatan. “Meski begitu, wanita tetap tidak boleh lupa akan kodratnya sebagai istri dan ibu,” terang istri Ikang Fawzi itu. [Edithya Miranti/Rus]




















