Tokyo, Gontornews — Pemerintah Jepang, Sabtu (28/8/2021), melaporkan dua kematian pria setelah mendaptakan dua dosis vaksin Moderna. Pasca laporan tersebut, Kementerian Kesehatan Jepang lantas menghentikan penggunaan vaksin Moderna.
Kedua pria tersebut, berusia 30 dan 38 tahn, meninggal dalam beberapa hari setelah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Moderna pada tanggal 22 Juli dan 15 Agustus. Sejauh ini, otoritas kesehatan Jepang tidak menemukan benda asing yang terdapat pada beberapa botol vaksin yang mereka konfirmasi beberapa waktu yang lalu.
Belum ada keterangan lebih lanjut, apa hubungan dari kematian dua warga Jepang tersebut dengan vaksinasi. Pemerintah bahkan menambahkan bahwa dua pasien tersebut tidak memiliki kondisi medis tertentu atau memiliki riwayat alergi obat.
Kamis (26/8/2021) lalu, Kementerian Jepang mengonfirmasi temuan benda asing pada 39 botol vaksin yang tidak terpakai di delapan lokasi vaksinasi dari lima prefektur. Pada hari tersebut, pemerintah menghentikan penggunaan sekitar 1,63 juta dosis vaksin Moderna sebagai upaya pencegahan.
Menteri Jepang yang bertanggungjawab untuk proses vaksinasi, Taro Kono, mengatakan, pada Jum’at (27/8/2021), lebih dari 500.000 warga telah mendapatkan suntikan vaksin Moderna.
Perusahaan penanggungjawab distribusi vaksin Moderna, Takeda Pharmaceutical, telah melaporkan temuan tersebut kepada Kementerian Kesehatan. Dalam keterangannya, Moderna dan Takeda tengah melakukan kerjasama dengan Kementerian terkait untuk menyelidiki dua kasus kematian tersebut.
“Saat ini, kami tidak memiliki bukti bahwa kematian ini disebabkan oleh vaksin Covid-19 Moderna,” ungkap pernyataan bersama antara Takeda dan Moderna yang dilansir Kyodo News.
Sejauh ini, lebih dari 1.000 orang meninggal setelah mendapatkan vaksin Covid-19 di Jepang. Tetapi para ahli kesehatan belum menentukan apakah ada hubungan antara kematian dan vaksinasi yang terjadi di Jepang. [Mohamad Deny Irawan]























