pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 6 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Oase

Duka Umat Muslim di Jepang

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
3 March 2021
in Oase
0
Duka Umat Muslim di Jepang

Jakarta, Gontornews — Pemahaman agama terutama Islam semakin dipromosikan banyak orang di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun penyebarannya bermula dari jazirah Arab, namun kini agama Islam telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk di negeri Sakura, Jepang. Adalah jumlah Muslim yang tinggal di Jepang, meskipun kecil namun telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir, dari 110.000 pada 2010 menjadi 230.000 pada akhir 2019 (termasuk 50.000 mualaf Jepang), menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda seperti dikutip economist.com (09/01/2021)

Berbeda dengan masa lalu yang mana untuk menjadi Muslim di Jepang kurang disambut baik, dalam beberapa tahun terakhir, warga Jepang menjadi lebih menerima dalam hal pemahaman agama atau budaya yang berbeda dari mereka. Dikutip Republika, pertumbuhan pesat populasi Muslim di Jepang antara lain didorong oleh beberapa faktor berikut. Pertama, karena faktor pernikahan dimana sekitar setengah dari Muslim yang menetap di Jepang berstatus sudah menikah. Dengan pernikahan ini Jepang di masa depan akan memiliki lebih banyak Muslim generasi kedua dan seterusnya. Melalui Muslim generasi baru ini akan dihadapkan dengan latar belakang budaya dan sosial yang beragam dan akan menjadi kunci untuk menjembatani masyarakat tradisional Jepang dengan komunitas Muslim.

Kedua, karena pertumbuhan ekonomi, orang-orang dari negara mayoritas Muslim seperti Iran, Pakistan, Indonesia, Bangladesh, dan lainnya datang ke Jepang untuk bekerja. Dari imigran Muslim yang datang untuk bekerja tersebut kemudian membuat masuknya pemagang dan pekerja lainnya, yang tidak hanya menambah populasi tetapi juga mengakibatkan peningkatan jumlah masjid di seluruh Jepang.

Ketiga, menjamurnya masjid sebagaimana diberitakan economist.com, di negeri sakura ini ada lebih dari 110 masjid. Ditambah masuknya imigran Muslim sebagaimana diberitakan Republika, masjid-masjid tersebut memiliki sejumlah fungsi komunitas termasuk memberikan kesempatan bagi non Muslim Jepang untuk bersosialisasi dan belajar agama. Keempat, Islamofobia bahwa persepsi anti-Islam di seluruh dunia berdampak pada peningkatan umat Islam di Jepang. Orang-orang menjadi penasaran dan ingin tahu bagaimana salah satu agama besar di seluruh dunia telah memicu kekerasan atau tidak. Kelima, tingkat perpindahan agama yang rendah. Perpindahan agama relatif rendah di masyarakat Muslim dan hal yang sama berlaku untuk Muslim Jepang.

BACA JUGA

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 2)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

Cara Muslim di AS Mendidik Non-Muslim

Menengok Kehidupan Muslim di Thailand Selatan

Kendati pertumbuhan jumlah Muslim di Jepang cukup menggembirakan. Namun sayang hampir tidak ada kuburan bagi mereka untuk dimakamkan sesuai dengan keyakinan agama mereka. Karena hanya ada tujuh lokasi pemakaman Muslim di seantero negeri Sakura, salah satunya di Yoichi, Hokkaido. Apalagi bagi imigran Muslim yang menetap di Jepang, jika pun ingin memakamkan orang terkasihnya di negara asal, tentu membutuhkan biaya, waktu yang tidak sedikit. “Sangat butuh banyak biaya, waktu dan usaha untuk dimakamkan di negara asal saya, dan itu sungguh tidak realistis,” kata pria asal Pakistan berusia 57 tahun yang namanya disamarkan sebagaimana dilansir the Japan Times pada Ahad (02/08).

Jika pun hendak dimakamkan di Jepang, jenazah dimakamkan di tempat yang tidak dekat dari tempat tinggal. Karena tidak semua daerah menyediakan pemakaman Muslim. Salah satunya di Tohuku atau daerah lain di Chugoku, yang belum menyediakan pemakaman Muslim. Karenanya jenazah sering kali dibawa ke makam yang jauh. “Ini bisa saja merusak jenazah atau berakibat biaya transportasi yang tinggi,” ujar Direktur Jenderal Japan Islamic Trust, Qureshi Haroon.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menyebutkan, tak ada aturan resmi untuk pemakaman di Jepang. Pemda setempat lah yang mengatur soal pemakaman. Dalam hal ini beberapa otoritas kota memiliki peraturan yang melarang penguburan, tetapi Hiji tidak memiliki larangan penguburan terkait pemakaman lokal. Selama Wali Kota Hirofumi Honda memberikan izin, pemakaman untuk umat Islam dapat dibangun.

Asosiasi Muslim Beppu, sebuah lembaga keagamaan yang telah berupaya membangun pemakaman Muslim pertama di Kyushu dengan membeli sebidang tanah sekitar 8.000 meter persegi di Kota Prefektur Hiji pada Desember 2018. Tanah yang dibeli tersebut letaknya di daerah pegunungan sekitar tiga kilometer dari pemukiman terdekat dari rumah dan ladang, dan berdampingan dengan kuburan yang memungkinkan untuk interniran umum dan pemakaman Katolik. “Saya pikir kami akan mampu menyelesaikan masalah ini,” kata Tahir Khan (53) perwakilan asosiasi kepada Mainichi Shimbun.

Namun dalam rapat penjelasan yang digelar dari Februari-Mei 2020 di sejumlah wilayah setempat, penyelenggara menghadapi kendala. Seperti dikutip Republika dan Mainichi.jp di antara komentar-komentar miring yang menentang pembangunan pemakaman tersebut adalah “Jika ada gempa bumi yang kuat, apakah mayat-mayat itu tidak akan keluar dari tanah?” dan “Itu akan merusak citra kota ini.”

Hiji memang memiliki peraturan yang meminta penduduk untuk membuat pertimbangan agar tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap sanitasi, tetapi bagian kehidupan dan lingkungan pemerintah kota telah mengambil sikap bahwa situs yang diusulkan tidak memiliki masalah terkait kesehatan masyarakat.

Tahir Khan, perwakilan dari asosiasi Muslim Beppu mengungkapkan keputusasaannya terkait sulitnya pemakaman ini. “Saya khawatir apa yang akan terjadi pada kita setelah kita mati. Jika terus seperti ini kita tidak akan bisa berduka atas kematian kita. Dahulu kala di Jepang merupakan hal biasa untuk dimakamkan. Kami ingin Jepang lebih toleran terhadap agama dan budaya yang berbeda,”jelasnya.

Peraturan daerah tidak membutuhkan persetujuan warga. Ditanya apakah akan memberikan izin, Walikota Honda menyatakan pihaknya tengah memeriksa dokumen yang diserahkan oleh asosiasi. “Kami akan membuat keputusan yang sesuai dengan peraturan kota dan pedoman pemerintah nasional,” ungkapnya dikutip mainichi.jp (28/10/2020)

Terkait sulitnya pemakaman bagi umat Muslim, Profesor kehormatan Universitas Waseda, Hirofumi Tanada memandang pemerintah Jepang perlu mengakomodasi kebutuhan penduduk dari berbagai latar belakang agama. Karena Jepang sendiri sudah memudahkan aturan imigrasi sejak April lalu demi menerima tenaga kerja asing. “Masalah terkait pemakaman (Muslim) hanya salah satu contoh saja,” sebut pria yang akrab dengan komunitas Muslim itu.

Sementara Yoko Nagae, seorang profesor di Universitas Seitoku dan pakar budaya pemakaman, mengatakan, tampaknya ada ketidaknyamanan tentang gagasan pemakaman di Jepang, tetapi bagi umat Islam, kuburan penting. Dalam kasus Prefektur Oita, penyelenggara telah memilih tanah yang tidak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, dan terletak di pegunungan di mana penduduk setempat tidak akan diganggu. “Keragaman budaya pemakaman untuk hidup berdampingan, kita harus memperdalam pemahaman kita satu sama lain dan bergerak maju,”jelasnya.

Tags: DukaJepangMuslim
Share125Tweet78Send
Previous Post

Indonesia Minta Militer Myanmar Hentikan Kekerasan Demonstrasi Anti-Kudeta

Next Post

Bakrie Amanah Bersama Sinergi Foundation Gelar Program Rehabilitasi di Sulbar

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result