10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 18 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Oase

Duka Umat Muslim di Jepang

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
3 March 2021
in Oase
0
Duka Umat Muslim di Jepang

Jakarta, Gontornews — Pemahaman agama terutama Islam semakin dipromosikan banyak orang di seluruh dunia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun penyebarannya bermula dari jazirah Arab, namun kini agama Islam telah menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk di negeri Sakura, Jepang. Adalah jumlah Muslim yang tinggal di Jepang, meskipun kecil namun telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dekade terakhir, dari 110.000 pada 2010 menjadi 230.000 pada akhir 2019 (termasuk 50.000 mualaf Jepang), menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda seperti dikutip economist.com (09/01/2021)

Berbeda dengan masa lalu yang mana untuk menjadi Muslim di Jepang kurang disambut baik, dalam beberapa tahun terakhir, warga Jepang menjadi lebih menerima dalam hal pemahaman agama atau budaya yang berbeda dari mereka. Dikutip Republika, pertumbuhan pesat populasi Muslim di Jepang antara lain didorong oleh beberapa faktor berikut. Pertama, karena faktor pernikahan dimana sekitar setengah dari Muslim yang menetap di Jepang berstatus sudah menikah. Dengan pernikahan ini Jepang di masa depan akan memiliki lebih banyak Muslim generasi kedua dan seterusnya. Melalui Muslim generasi baru ini akan dihadapkan dengan latar belakang budaya dan sosial yang beragam dan akan menjadi kunci untuk menjembatani masyarakat tradisional Jepang dengan komunitas Muslim.

Kedua, karena pertumbuhan ekonomi, orang-orang dari negara mayoritas Muslim seperti Iran, Pakistan, Indonesia, Bangladesh, dan lainnya datang ke Jepang untuk bekerja. Dari imigran Muslim yang datang untuk bekerja tersebut kemudian membuat masuknya pemagang dan pekerja lainnya, yang tidak hanya menambah populasi tetapi juga mengakibatkan peningkatan jumlah masjid di seluruh Jepang.

Ketiga, menjamurnya masjid sebagaimana diberitakan economist.com, di negeri sakura ini ada lebih dari 110 masjid. Ditambah masuknya imigran Muslim sebagaimana diberitakan Republika, masjid-masjid tersebut memiliki sejumlah fungsi komunitas termasuk memberikan kesempatan bagi non Muslim Jepang untuk bersosialisasi dan belajar agama. Keempat, Islamofobia bahwa persepsi anti-Islam di seluruh dunia berdampak pada peningkatan umat Islam di Jepang. Orang-orang menjadi penasaran dan ingin tahu bagaimana salah satu agama besar di seluruh dunia telah memicu kekerasan atau tidak. Kelima, tingkat perpindahan agama yang rendah. Perpindahan agama relatif rendah di masyarakat Muslim dan hal yang sama berlaku untuk Muslim Jepang.

BACA JUGA

Cara Muslim di AS Mendidik Non-Muslim

Menengok Kehidupan Muslim di Thailand Selatan

Jejak Perkumpulan Muslim di Finlandia

Al-Azhar Kairo Kecam Aksi Warga Israel Bakar Al-Qur’an di Palestina

Aston Villa FC Gelar Buka Puasa Bersama di Villa Park Inggris

Kendati pertumbuhan jumlah Muslim di Jepang cukup menggembirakan. Namun sayang hampir tidak ada kuburan bagi mereka untuk dimakamkan sesuai dengan keyakinan agama mereka. Karena hanya ada tujuh lokasi pemakaman Muslim di seantero negeri Sakura, salah satunya di Yoichi, Hokkaido. Apalagi bagi imigran Muslim yang menetap di Jepang, jika pun ingin memakamkan orang terkasihnya di negara asal, tentu membutuhkan biaya, waktu yang tidak sedikit. “Sangat butuh banyak biaya, waktu dan usaha untuk dimakamkan di negara asal saya, dan itu sungguh tidak realistis,” kata pria asal Pakistan berusia 57 tahun yang namanya disamarkan sebagaimana dilansir the Japan Times pada Ahad (02/08).

Jika pun hendak dimakamkan di Jepang, jenazah dimakamkan di tempat yang tidak dekat dari tempat tinggal. Karena tidak semua daerah menyediakan pemakaman Muslim. Salah satunya di Tohuku atau daerah lain di Chugoku, yang belum menyediakan pemakaman Muslim. Karenanya jenazah sering kali dibawa ke makam yang jauh. “Ini bisa saja merusak jenazah atau berakibat biaya transportasi yang tinggi,” ujar Direktur Jenderal Japan Islamic Trust, Qureshi Haroon.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang menyebutkan, tak ada aturan resmi untuk pemakaman di Jepang. Pemda setempat lah yang mengatur soal pemakaman. Dalam hal ini beberapa otoritas kota memiliki peraturan yang melarang penguburan, tetapi Hiji tidak memiliki larangan penguburan terkait pemakaman lokal. Selama Wali Kota Hirofumi Honda memberikan izin, pemakaman untuk umat Islam dapat dibangun.

Asosiasi Muslim Beppu, sebuah lembaga keagamaan yang telah berupaya membangun pemakaman Muslim pertama di Kyushu dengan membeli sebidang tanah sekitar 8.000 meter persegi di Kota Prefektur Hiji pada Desember 2018. Tanah yang dibeli tersebut letaknya di daerah pegunungan sekitar tiga kilometer dari pemukiman terdekat dari rumah dan ladang, dan berdampingan dengan kuburan yang memungkinkan untuk interniran umum dan pemakaman Katolik. “Saya pikir kami akan mampu menyelesaikan masalah ini,” kata Tahir Khan (53) perwakilan asosiasi kepada Mainichi Shimbun.

Namun dalam rapat penjelasan yang digelar dari Februari-Mei 2020 di sejumlah wilayah setempat, penyelenggara menghadapi kendala. Seperti dikutip Republika dan Mainichi.jp di antara komentar-komentar miring yang menentang pembangunan pemakaman tersebut adalah “Jika ada gempa bumi yang kuat, apakah mayat-mayat itu tidak akan keluar dari tanah?” dan “Itu akan merusak citra kota ini.”

Hiji memang memiliki peraturan yang meminta penduduk untuk membuat pertimbangan agar tidak menimbulkan kekhawatiran terhadap sanitasi, tetapi bagian kehidupan dan lingkungan pemerintah kota telah mengambil sikap bahwa situs yang diusulkan tidak memiliki masalah terkait kesehatan masyarakat.

Tahir Khan, perwakilan dari asosiasi Muslim Beppu mengungkapkan keputusasaannya terkait sulitnya pemakaman ini. “Saya khawatir apa yang akan terjadi pada kita setelah kita mati. Jika terus seperti ini kita tidak akan bisa berduka atas kematian kita. Dahulu kala di Jepang merupakan hal biasa untuk dimakamkan. Kami ingin Jepang lebih toleran terhadap agama dan budaya yang berbeda,”jelasnya.

Peraturan daerah tidak membutuhkan persetujuan warga. Ditanya apakah akan memberikan izin, Walikota Honda menyatakan pihaknya tengah memeriksa dokumen yang diserahkan oleh asosiasi. “Kami akan membuat keputusan yang sesuai dengan peraturan kota dan pedoman pemerintah nasional,” ungkapnya dikutip mainichi.jp (28/10/2020)

Terkait sulitnya pemakaman bagi umat Muslim, Profesor kehormatan Universitas Waseda, Hirofumi Tanada memandang pemerintah Jepang perlu mengakomodasi kebutuhan penduduk dari berbagai latar belakang agama. Karena Jepang sendiri sudah memudahkan aturan imigrasi sejak April lalu demi menerima tenaga kerja asing. “Masalah terkait pemakaman (Muslim) hanya salah satu contoh saja,” sebut pria yang akrab dengan komunitas Muslim itu.

Sementara Yoko Nagae, seorang profesor di Universitas Seitoku dan pakar budaya pemakaman, mengatakan, tampaknya ada ketidaknyamanan tentang gagasan pemakaman di Jepang, tetapi bagi umat Islam, kuburan penting. Dalam kasus Prefektur Oita, penyelenggara telah memilih tanah yang tidak menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, dan terletak di pegunungan di mana penduduk setempat tidak akan diganggu. “Keragaman budaya pemakaman untuk hidup berdampingan, kita harus memperdalam pemahaman kita satu sama lain dan bergerak maju,”jelasnya.

Tags: DukaJepangMuslim
Share124Tweet78Send
Previous Post

Indonesia Minta Militer Myanmar Hentikan Kekerasan Demonstrasi Anti-Kudeta

Next Post

Bakrie Amanah Bersama Sinergi Foundation Gelar Program Rehabilitasi di Sulbar

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang Hadirkan Trainer Nasional 

13 June 2026
Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

Pesantren Wisuda SDIT Insantama Leuwiliang: Ketua Yayasan Tekankan “Semangat Diri” dan Kekuatan Ruhiah dalam Belajar

15 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

Bekali Karakter dan Visi Hidup, SDIT Insantama Leuwiliang Gelar “Pesantren Wisuda”

14 June 2026
Pandemi Covid-19 Sebabkan Defisit Masa Belajar Siswa

Berani untuk Bebas

11 June 2026
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

0
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

0
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

0
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

0
Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

17 June 2026
Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

Pembekalan Wawasan Hukum dan Melek Media Sosial bagi Santri Kelas 5 dan 6 Gontor Magelang

17 June 2026
Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

Modern Itu Alatnya, Bukan Cara Berpikirnya

17 June 2026
Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

Kisah Haru Pesantren Wisuda 2026 SDIT Insantama Leuwiliang

16 June 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Kedua)

16 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result