Manila, Gontornews – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menginstruksikan kepada pemerintah dan pihak kepolisian untuk mengawasi penjualan paracetamol palsu di Filipina. Kepala penasihat kepresidenan, Salvador Panelo, mengatakan penjualan obat-obatan palsu trsebut membahayakan kesehatan warga Filipina.
“Mereka tidak hanya melemahkan ekonomi nasional dengan memukul industri obat-obatan tapi juga mengancam keamanan nasional serta membahayakan kesehatan sebagian besar rakyat,” kata Panelo dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Reuters.
Menurut laporan organisasi kesehatan dunia (WHO), setidaknya, satu dari 10 produk medis di Filipina telah dipalsukan. Akibatnya, negara merugi hingga 300 miliar dolar setiap tahunnya.
Tidak hanya itu, Panelo juga menyebut obat palsu tersebut berkualitas rendah serta mengancam kesehatan warga Filipina di masa mendatang. [Mohamad Deny Irawan]



















