Jakarta, Gontornews– British Council dan Kedutaan Besar Inggris Jakarta akan meluncurkan kemitraan “English for Indonesia” dengan Gontor, sebuah program untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pengembangan kapasitas keterampilan bahasa Inggris.
Dalam pers rilis yang diterima Gontornews dijelaskan, program ini akan membantu mengembangkan strategi dan materi pembelajaran digital yang interaktif untuk para guru Pondok Modern Gontor dan dosen Universitas Darussalam Gontor (UNIDA).
Materi pembelajaran digital British Council ini telah dirancang untuk melengkapi pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris untuk semua tingkat kemahiran melalui empat situs web yaitu: LearnEnglish Kids untuk anak-anak dan orangtua.
Selain itu ada LearnEnglish Teens untuk remaja, LearnEnglish untuk orang dewasa, profesional maupun siswa dan TeachingEnglish untuk para guru yang mencari bahan pendukung pengajaran dan sarana pengembangan pedagogis.
Kemitraan bersama Gontor mencakup program pengembangan kapasitas untuk guru dan dosen bahasa Inggris melalui program Training of Trainers tatap muka dengan Master Trainer dari British Council.
Dalam pelatihan tersebut, guru akan terjun langsung untuk mempelajari dan mencoba menggunakan strategi dan materi pembelajaran bahasa Inggris yang kreatif, inovatif, cerdas dengan memanfaatkan teknologi digital.Â
Sebelum sesi Training of Trainers, para guru juga akan mengukur kemahiran bahasa Inggris mereka dengan Aptis, tes penilaian kemampuan bahasa Inggris yang dibuat oleh British Council.
Aptis sendiri telah dikembangkan sebagai metode yang akurat dan fleksibel untuk menguji kemahiran bahasa Inggris yang mencakup mendengarkan, membaca, menulis dan berbicara, dengan tes tata bahasa dan kosakata sebagai komponen inti.
Sejak English for Indonesia diluncurkan pada pertengahan 2018, telah melatih 500 guru dari 16 kota di 11 provinsi di Indonesia dan membuka kesempatan bagi semua orang Indonesia untuk menggunakan sumber belajar dan mengajar bahasa Inggris digital secara gratis.
“Kami senang sekali English for Indonesia akhirnya bisa hadir di Gontor. Kami berbagi ambisi yang sama bersama UNIDA, Pondok Modern Gontor dan jaringan sekolah Gontor untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang menegaskan reputasi mereka sebagai lembaga pendidikan terkemuka dan progresif,” ungkap Paul Smith, direktur British Council Indonesia dalam rilisnya Ahad (25/8).
Dikatakannya, English for Indonesia bersama Gontor akan menawarkan kepada siswa, guru, dan komunitas metode inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan membantu memenuhi aspirasi kejuruan.
“Melalui pelatihan British Council, penggunaan materi digital dan melalui tes penilaian Aptis, kami berharap dapat melihat tingkat penggunaan bahasa Inggris praktis meningkat secara signifikan,”imbuhnya.
Terkait hal ini Owen Jenkins, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste menjelaskan bahwa tujuan English for Indonesia bersama Gontor untuk memastikan kesempatan yang setara dan membantu para guru dan siswa membangun masa depan yang lebih baik melalui Bahasa Inggris.
Menurutnya, bahasa Inggris merupakan faktor penting bagi keterampilan hidup Abad ke-21 dan keterampilan krusial untuk pengembangan sumberdaya manusia di negara ini, sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia. “Saya berharap program ini dapat membantu siswa dan guru Gontor meningkatkan daya saing mereka di panggung dunia,” ungkapnya.
Sementara itu Prof Dr Amal Fathullah Zarkasyi MA, rektor Universitas Darusallam Gontor mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan dan kerjasama tersebut. “Gontor sangat berterima kasih atas kunjungan dan kerjasama ini. Di Gontor kami memiliki dosen yang merupakan lulusan dari universitas di Inggris,” ungkapnya.
Antara lain adalah Ustadz Akrim Mariyat, alumni Manchester University, Ketua Yayasan di Universitas Darussalam Gontor. Dr Hamid Fahmy Zarkasyi, Wakil Rektor 1 UNIDA, alumni Birmingham University. Dengan adanya kerjasama yang erat dengan Kedutaan Besar Inggris dan British Council, kedepannya akan semakin banyak alumni Gontor yang menuntut ilmu di Inggris.
Menurut salah satu putra Trimurti Gontor itu, bahasa Inggris adalah salah satu kunci untuk mempelajari sains dan teknologi. “Sepengetahuan kami sejak berdirinya (tahun 1926) Gontor adalah pesantren pertama yang mengajarkan bahasa Inggris, karena para pendiri melihat pentingnya kemampuan berbahasa Inggris,”imbuhnya.
“Maka adanya kerjasama ini merupakan sebuah kesempatan emas bagi Gontor untuk semakin meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran bahasa Inggris khususnya dan kualitas networking dengan Inggris umumnya,” pungkasnya.[Muhammad Khaerul Muttaqien]






















