London, Gontornews— Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2017, di London Pada Senin (20/03) waktu setempat. Dalam kesempatan itu di antaranya Menkeu Sri Mulyani menyampaikan tentang adanya perbaikan peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) di Indonesia.
Ease of doing business ini adalah salah satu indikator bagaimana Indonesia bisa menarik bagi swasta, domestik atau foreign. Dijelaskannya, saat ini Indonesia telah masuk ke peringkat 91 dalam hal EoDB, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di posisi 106. “Kami melompat dari 106 menjadi 91 di 2017,” jelasnya seperti dikutip kemenkeu.go.id.
Perbaikan ini, kata dia, merupakan salah satu hasil dari peluncuran 14 paket ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah, sebagai upaya reformasi pada ekonomi. “Kami juga memastikan swasta bisa ikut partisipasi untuk bangun Indonesia, yang dulunya mayoritas dari APBN. Kami berikan berbagai instrumen agar bisa menarik mereka ikut, misalnya kami tawarkan viability of payment,”imbuhnya.
Agar peringkat kemudahan berusaha turun pada kisaran 40 yang sesuai dengan sasaran Presiden Joko Widodo, pihaknya berkomitmen untuk terus bekerja lebih baik. “Presiden tidak hanya puas dengan lompatan ini, beliau bilang saya mau 40, saya tidak suka 91”. Ini membuat kita bekerja lebih keras, tidak hanya kerja tapi juga mengukur hasil,” ungkapnya. [Muh Khaerul Muttaqien]





















