Jakarta, Gontornews — Indonesia kembali mencatatkan rekor penambahan kasus baru Covid-19. Kamis (3/9), Indonesia mencatat penambahan 3.622 kasus Covid-19 baru dan 134 kematian. Secara total, Indonesia mengonfirmasi 184.268 kasus dengan 7.750 di antaranya berujung kematian.
Rekor penambahan kasus baru Covid-19 muncul tidak lama setelah Presiden Joko Widodo memprediksi puncak kasus virus korona bulan ini. Jokowi, sapaan akrabnya, meminta masyarakat untuk fokus pada penurunan kasus aktif ketimbang fokus pada penambahan jumlah infeksi secara keseluruhan.
Epidemolog asal Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyarankan pemerintah untuk mengubah arah dalam mengendalikan Covid-19.
βKami belum berhasil mengendalikan penularan. Pandemi Covid-19 tidak menyebar secara acak tetapi menyebar dalam kelompok besar di wilayah yang sangat luas,β ungkap Pandu Riono sebagaimana dilansir Reuters.
Secara spesifik, Riono, menyerukan perbaikan langkah-langkah mendasar dalam pengujian, pelacakan kontak pasien serta upaya isolasi.
Sementara itu, Ainun Najib dari KawalCOVID-19.com mengatakan belum semua data peningkatan jumlah kasus Covid-19 tersaji secara akumulatif. Ainun menyebut tingkat kepositifan kasus baru sebesar 15 persen pada Agustus. Ia menyebut kondisi tersebut menyiratkan bahwa Indonesia berada di awal pandemi.
Sejauh ini, Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 masif. Dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus Covid-19 di Ibukota mencapai hampir 1.000 kasus. Karenanya, kebutuhan ruang rawat inap di rumah sakit pun meningkat dari hari-hari biasanya.
Pun dengan jumlah pasien terduga Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta meningkat tiga kali lipat sepanjang Juli hingga Agustus.
Pemerintah menghadapi kritik dari masyarakat karena dinilai lebih memprioritaskan pemulihan ekonomi ketimbang kesehatan masyarakat. Lambatnya penutupan serta keengganan untuk membatasi aktivitas ekonomi justru membuat banyak perusahaan, perkantoran maupun pabrik menjelma sebagai klaster-klaster baru.
βSudah menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat untuk patuh terhadap penerapan protokol kesehatan dengan baik,β tutup Jurubicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. [Mohamad Deny Irawan]





















