Ankara, Gontornews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, ia akan mengumumkan kabinetnya pada tanggal 9 Juli 2018.
Ia juga menyebutkan, dapat memilih beberapa deputi dari parlemen sebagai menteri dalam kabinet baru Turki, yang pertama setelah peralihan ke sistem presidensial eksekutif.
“Para menteri mungkin juga [dipilih] dari parlemen, mengapa tidak?” kata Erdoğan kepada wartawan pada hari Sabtu (7/7) sebagaimana dikutip hurriyetdailynews.com.
Erdogan mengatakan pada 6 Juli dalam sebuah pidato kepada kepala provinsi di Ankara bahwa ia membentuk kabinet dengan menteri yang bukan anggota AKP (partai Erdogan).
Di bawah sistem baru, kabinet kepresidenan terdiri dari para menteri yang juga tidak bisa menjadi anggota parlemen. Akibatnya, setiap anggota parlemen yang Erdogan pilih untuk kabinet baru, wajib untuk mengundurkan diri dari parlemen. Ini akan mengurangi jumlah kursi AKP di parlemen.
AKP telah kehilangan mayoritas di parlemen dalam pemilihan 24 Juni lali. AKP hanya memperoleh 295 kursi. Sementara ‘Aliansi Rakyat’ dengan Partai Gerakan Nasionalis (MHP) mempertahankan mayoritas.
Erdogan juga mengatakan kepada kelompok parlementer partainya pada 7 Juli bahwa keputusan presiden pertama di bawah sistem baru akan dikeluarkan pada 9 Juli, hari ketika kabinet baru juga diharapkan akan diumumkan.
Pertemuan kabinet pertama dijadwalkan akan diadakan pada 13 Juli, kata Erdogan.
“Mereka yang mengklaim bahwa kita kelelahan tidak tahu seberapa terlatih dan bugarnya kita. Kami terus melangkah di jalur kami,” kata Presiden Turki menjawab para pengkritiknya.
Naci Bostancı, anggota parlemen dari Provinsi Ankara, terpilih sebagai ketua kelompok parlemen AKP pada 7 Juli.
Bostancı lahir di kota utara Amasya pada 2 Agustus 1957. Dia adalah seorang profesor di Departemen Komunikasi Gazi University di Ankara sebelum terpilih sebagai wakil pada tahun 2011.
Özlem Zengin, Muhammet Emin Akbaşoğlu, Cahit Özkan, Bülent Turan dan Mehmet Muş terpilih sebagai wakil ketua kelompok parlemen baru.
Mustafa Şentop terpilih sebagai wakil ketua juru bicara parlemen. [Rusdiono Mukri]





















