Ankara, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Amerika Serikat karena reaksinya terhadap kudeta militer yang gagal di Turki. Ia menuduh AS menyembunyikan Fethullah Gulen, aktor intelektual di balik upaya kudeta itu.
Ankara telah menuntut Amerika Serikat mengekstradisi Gulen, ulama Turki yang tinggal di pengasingannya di Pennsylvania. Pemerintah Turki telah menuduh Gulen sebagai dalang kudeta 15 Juli yang gagal, yang menyebabkan 290 orang tewas.
Gulen sendiri telah membantah keterlibatannya. Sementara Washington telah meminta bukti keterlibatan Gulen dalam kudeta itu.
Presiden Erdogan mengecam seorang pejabat militer Amerika yang mengomentari penahanan ribuan personil militer Turki menyusul kudeta yang gagal.
“Ini bukan urusan Anda membuat keputusan itu. Anda siapa? Ketahui tempat Anda … ,” kata Erdogan.
“Alih-alih berterima kasih kepada bangsa ini yang berhasil menggagalkan kudeta atas nama demokrasi, sebaliknya Anda mengambil posisi bersama komplotan kudeta,” tandasnya.
“Selain itu, pengomplot kudeta ada di negara Anda. Sebaliknya, Anda tidak pernah bisa meyakinkan orang-orang saya.” [Rusdiono Mukri]






















