Istanbul, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan meminta pengikutnya di Istanbul untuk mendukung perubahan konstitusi dalam referendum yang akan datang.
“Saya percaya bahwa Anda akan berjalan ke masa depan dengan bekerja siang dan malam untuk kampanye referendum,” ujar Erdogan di hadapan masa pendukungnya.
Parlemen Turki memilih mendukung RUU amandemen konstitusi baru Sabtu (21/1) pagi. Sebuah referendum diharapkan akan diadakan awal April menyusul persetujuan Erdogan dalam beberapa hari mendatang.
“Sekarang saya berharap bangsa akan membuat keputusan yang nyata,” katanya seperti dilansir laman anadolu agency, Ahad (22/1).
Usulan perubahan konstitusi membutuhkan dukungan mayoritas warga. Erdogan dan para pendukungnya berpendapat bahwa Turki membutuhkan presiden yang kuat untuk menghindari pemerintahan yang lemah dan memungkinkan negara berhasil mengatasi sejumlah tantangan, termasuk serangan teror dari ISIS, PKK dan Fetullah (Feto).
Namun para penentang mengklaim bahwa perubahan tersebut akan semakin melemahkan sistem demokrasi di Turki dan menyebabkan peningkatan otoritarianisme.
Sebelumnya, parlemen Turki menyetujui RUU reformasi konstitusi termasuk memperkuat kekuasaan presiden. Persetujuan ini membuka jalan bagi referendum yang diharapkan dilakukan pada musim semi dan menjadikan Tayyip Erdogan tetap sebagai presiden hingga 2029.
Parlemen Turki melalui akun Twitternya menyatakan bahwa RUU tersebut mendapat dukungan 339 orang. Setidaknya dibutuhkan dukungan 330 dari 550 anggota parlemen agar undang-undang tersebut bisa dimajukan dalam referendum. [Ahmad Muhajir/Rus]




















