Ankara, Gontornews — Turki, Rusia dan Iran dapat melakukan operasi militer bersama terhadap kelompok-kelompok jihadis radikal di Provinsi Idlib jika diperlukan. Demikian disampaikan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan seperti dikutip hurriyetdailynews.com. Ia mengatakan, mereka akan terus bekerja untuk implementasi penuh protokol Ankara-Moskow yang menghasilkan sebagian gencatan senjata antara rezim Suriah dan kelompok-kelompok teror di Idlib.
βOperasi bersama dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan perkembangan. Tidak ada halangan di depan ini. Langkah-langkah saat ini adalah untuk kenyamanan, kebahagiaan dan kemakmuran orang-orang di Idlib. Yang penting bagi kami adalah keamanan rakyat Idlib,β kata Erdogan kepada wartawan yang menyertainya dalam kunjungan ke Sochi di mana ia menghadiri pertemuan puncak dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Iran Hasan Rouhani, pada 14 Februari.
Idlib adalah salah satu isu utama yang dibahas ketiga pemimpin. Mereka sepakat untuk mengambil langkah nyata melawan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan kelompok radikal lainnya di Idlib, yang tidak sepenuhnya mematuhi protokol gencatan senjata.
Erdogan tidak menentukan langkah konkret yang akan diambil, tetapi menegaskan kembali perjanjian trilateral untuk operasi bersama di daerah kantong tersebut. Wilayah ini rumah bagi puluhan ribu pejuang jihadis yang menguasai sekitar 90 persen provinsi. [Rusdiono Mukri]






















