Ankara, Gontornews — YPG, cabang Suriah dari PKK yang dicap teroris, telah mulai menarik diri dari perbatasan dengan Turki menyusul kesepakatan Ankara-Washington pada akhir 17 Oktober, kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Dikutip hurriyetdailynews.com, ia menambahkan, Turki akan terus mengawasi pelaksanaan zona aman yang disepakati di wilayah tersebut.
“Saya sudah menghubungi Kementerian Pertahanan. Mereka mengatakan kepada saya bahwa penarikan telah dimulai. Pasukan keamanan kami di daerah itu akan tetap di sana,” katanya kepada wartawan setelah shalat Jumat pada 18 Oktober.
Dia juga mengatakan, Turki akan memulai kembali operasinya jika ada kesepakatan dalam kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Turki tidak sepenuhnya dilaksanakan.
“Jika janji itu ditepati sampai Selasa malam, masalah zona aman akan diselesaikan. Jika gagal, operasinya … akan dimulai sejak 120 jam berakhir,” katanya.
“Pasukan kami akan terus tinggal di sana sehingga kami akan melihat apakah kelompok teroris ini meninggalkan daerah itu atau tidak,” tambahnya.
Pertemuan Erdogan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang ditetapkan Selasa depan sangat penting untuk fase kedua dari rencana zona aman, kata presiden.
“Kami ingin mengambil bagian di sini,” kata Erdogan, merujuk pada misi zona aman.
“Rusia harus memimpin keamanan di wilayah ini,” katanya. [RM]





















