Istambul, Gontornews — Berbicara di Kongres Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Sivas Anatolian (10/12), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan lantang menyebut Israel sebagai negara teroris (terrorist state}.
Presiden Erdogan mengecam tindakan Israel yang menggunakan kekuatan “tidak proporsional” untuk merespon aksi unjuk rasa penolakan deklarasi Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang disampaikan Presiden AS Donald Trump. Israel adalah negara penjajah yang senang menindas dan meneror warga Palestina.
Pernyataan deklarasi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 Desember secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Menurut Erdogan, ini sebuah langkah mundur yang membalikkan fase dekade kebijakan AS sebagai penengah dalam upaya damai di Yerusalem atau Al-Quds.
Keputusan sepihak AS telah memicu demonstrasi di wilayah Palestina dan hampir seluruh dunia Muslim. Termasuk demo di Turki dan Indonesia, bahkan di Paris.
Aksi di palestina direspon tembakan brutal polisi Israel. Dua orang Palestina tewas dan ratusan warga lain terluka akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza pada 9 Desember, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.[Anadolu/DJ]























