Ankara, Gontornews — Turki ingin membuka halaman baru dengan Uni Eropa (UE), tetapi sejumlah negara secara konsisten berupaya untuk membuat krisis, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada seorang pejabat tinggi UE.
“Sementara Turki berharap untuk membuka halaman baru dengan UE, beberapa negara terus-menerus mencoba memprovokasi terjadinya krisis,” kata Erdogan kepada Presiden Dewan Eropa Charles Michel melalui telepon, menurut pernyataan dari Kepresidenan Turki, dikutip Hurriyetdailynews.com.
Michel menelepon Erdogan pada 15 Desember untuk bertukar pandangan tentang KTT UE yang baru-baru ini diadakan, kata Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki dalam sebuah pernyataan.
UE-Turki harus menyingkirkan lingkaran setan ini sesegera mungkin, kata Erdogan.
Ia juga mencatat bahwa Turki mengevaluasi setiap langkah positif yang diambil dalam hubungan Turki-UE sebagai “jendela peluang baru.”
Erdogan mengatakan, kesepakatan 2016 yang bertujuan untuk membatasi migrasi ke Eropa melalui Turki dengan imbalan dana miliaran euro dapat menjadi titik awal untuk menciptakan iklim yang lebih “positif”.
Turki menegaskan kembali kesiapannya untuk pembicaraan eksplorasi dengan Yunani, katanya.
Presiden Erdogan menambahkan, pihak Yunani terus-menerus menghindari negosiasi dengan membuat alasan dan telah mengambil langkah-langkah provokatif dalam beberapa pekan terakhir.
Menurutnya, kebijakan Turki untuk Mediterania timur didasarkan pada keadilan. Dia mengatakan, pihak Turki selalu melakukan upaya yang diperlukan untuk solusi yang adil, permanen dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
Ankara berharap UE akan mengadopsi sikap yang masuk akal dan konstruktif terhadap Turki, tambahnya.
Pertemuan para pemimpin Uni Eropa di Brussel pekan lalu memutuskan untuk menyusun daftar target sanksi Turki atas “tindakan dan provokasi sepihak” Ankara di Mediterania timur, yang diyakini kaya akan sumberdaya energi.
Turki, yang memiliki garis pantai kontinental terpanjang di Mediterania timur, telah menolak klaim batas maritim Yunani dan pemerintahan Siprus Yunani dan menekankan bahwa klaim yang berlebihan ini melanggar hak kedaulatan Turki dan Siprus Turki.
Ankara telah mengirim sejumlah kapal latihan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengeksplorasi sumberdaya energi. Kapal OruΓ§ Reis kembali ke pelabuhan di Antalya menjelang KTT Uni Eropa pekan lalu. []





















