Istanbul, Gontornews — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengusulkan kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk memperkuat dan melembagakan kerjasama melawan terorisme.
“Sekali lagi, saya menyerukan organisasi-organisasi internasional untuk meninjau pendekatan mereka terhadap organisasi teroris. Hal ini diperlukan untuk melakukan operasi-operasi melawan organisasi teror, sementara di sisi lain kita harus memutus aliran dana dan SDM bagi teroris,Γ’β¬Β kata Erdogan dalam pidato pembukaan KTT OKI ke-13 di Istanbul, Turki, Kamis (14/4).
“Untuk itu, kerjasama internasional sangat penting. Membentuk institusi yang akan memperkuat dan melembagakan kerjasama melawan terorisme merupakan langkah tepat,” tambahnya pada KTT bertema “Persatuan dan Solidaritas untuk Keadilan dan Perdamaian” itu.
Turki menjadi tuan rumah KTT OKI untuk pertama kalinya sejak organisasi itu didirikan tahun 1969. Turki akan menjadi ketua OKI untuk dua tahun ke depan.
KTT dua hari itu diharapkan dapat memperkuat persatuan dan solidaritas di antara negara-negara Islam dalam memerangi terorisme.
Pada kesempatan itu Erdogan mengucapkan terima kasih kepada negara-negara anggota OKI yang telah membantu pendirian Pusat Kerjasama dan Koordinasi Kebijakan OKI di Istanbul.
Erdogan mengatakan, teror adalah salah satu masalah paling berat yang dihadapi dunia Islam. Ia mengecam kehancuran di Afghanistan. Di negeri itu ratusan ribu Muslim tewas dan jutaan lainnya menderita akibat terorisme.
“Sekarang ISIS telah mengontrol tempat-tempat tertentu di Irak dan Suriah dan kini mencoba untuk mendapatkan kontrol di Libya. Kita juga melihat Boko Haram dan al-Shabaab melakukan serangan teror di Afrika. Semua organisasi teror ini menindas dan merugikan semua umat Islam,” tandas Erdogan.
Ia menyatakan organisasi teror ini tidak mewakili Islam. “Agama kami adalah agama damai dan kompromi,” tambahnya.
Erdogan mengatakan, dunia Islam harus ikut menangani persoalan terorisme ini. Jika tidak, maka nanti akan ada “kekuatan lain yang akan ikut campur tangan.”
Presiden Erdogan juga meminta dunia Islam untuk menjauhi sikap sektarianisme. “Agama saya bukan Sunni atau bukan Syiah. Agama saya adalah Islam,” tandas Erdogan. (Rusdiono Mukri)






















