Jakarta, Gontornews–Rumah Produksi Iras Film segera mempertontonkan karya film biopic. Sosok pahlawan nasional, Siti Walidah atau biasa dikenal sebagai Nyai Ahmad Dahlan yang merupakan tokoh perempuan dari kauman, Yogyakarta.
“Penggarapan film Nyai Ahmad Dahlan bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air pada sosok pahalawan. Tidak banyak sosok pahlawan wanita yang diabadikan kiprahnya dalam sebuah film. Hanya beberapa saja yang sudah diangkat, padahal banyak sosok yang perlu diangkat untuk jadi suri tauladan bagi masyarakat.” Jelas bapak Asrul, selaku executive produser.
Film yang akan tayang pada tanggal 24 Agustus 2017 ini menceritakan perjuangan Nyai Ahmad Dahlan dalam membangun peradaban kaum wanita. Bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan wanita menjadi langkah awal perjuangannya.
Dalam film yang berdurasi 98 menit ini bukan hanya menceritakan sosok Siti Walidah sebagai Istri K.H. Ahmad Dahlan. Tetapi lebih dari itu, menceritakan bagaimana perjuangannya dalam mendirikan gerakan wanita “Sopo Tresno” yang kemudian diberi nama Aisyiyah. Melalui organisasi ini Nyi Ahmad Dahlan aktif membantu perjuangan kemerdekaan. Dan beliau rajin bertukar pikiran dengan Presiden Soekarno dan Jendral Sudirman.
Digarap sejak April lalu di Yogyakarta, film ini sempat ada pergantian sutradara. Muncul nama Olla Atta Adonara sosok yang terpilih menjadi pengganti sutradara sebelumnya. Dengan waktu persiapan yang singkat. Olla yakin bisa membuat film ini dengan kualitas yang baik.
Kepada gontornews.com Olla menceritakan bagaimana perjuangannya dalam menggarap film ini. “Merekontruksi kejadian 100 tahun yang lalu itu tidak mudah. Sangat sulit sekali. Apalagi ditunjuknya saya sebagai sutradara, waktunya sangat mepet. Tetapi saya yakin bisa dan selalu memanjatkan doa kepada Allah. Alhamdulillah, Allah ijabah doa saya.” Jelas ola, saat ditemui dalam acara Gala Primere.
Kesuksesannya dalam dunia film tidak luput dari niat mulia. Baginya, menyutradarai tidak sekedar popularitas dan uang, tetapi menyutradarai juga dakwah.
Walaupun aktivitas sutrada film Nyai Ahmad Dahlan ini terbilang padat. Tak lantas ia melupakan kewajibannya sebagai kepala keluarga. “Saya seorang muslim. Saya tahu hidup ini sementara. Maka saya akan sangat pedulikan ibadah, akhlak dan pendidikan anak saya yang merupakan aset untuk di akherat nanti.” Ugkap olla, sang sutradara yang menyekolahkan anaknya ke Pondok Gontor.
Saat diberi pertanyaan kenapa Olla mempercayakan anaknya nyantri di Gontor. Dengan jawaban sederhana ia katakan “dimatanya Gontor punya reputasi yang baik, tidak bisa terintervensi oleh pemahaman manapun.”
[Ary Falwan]





















