Bekasi, Gontornews — Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, PT Bina Karya Prima meluncurkan produk Fitri margarin serba guna, yang melengkapi produk minyak goreng Fitri yang sudah diperkenalkan sebelumnya.
Menurut Aristo Kristandyo, Senior VP Marketing PT Bina Karya Prima, Fitri hadir untuk memberikan alternatif produk margarin berkualitas bagi masyrarakat Indonesia, dan mengajak masyarakat untuk melihat makna halal yang lebih dalam bagi kehidupan sehari hari.
“Produk Fitri, margarin serba guna ini sudah divalidasi oleh Pemerintah melalui sertifikat Halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag). Fitri margarin serba guna ini memiliki tekstur dan rasa gurih sehingga amat cocok untuk mengolah makanan Indonesia,” ungkapnya di Bekasi, Rabu (20/04).
Acara peluncuran produk margarin serba guna, Fitri yang diadakan di bulan Ramadhan 1443 H ini, turut hadir memberikan ceramah, “Halal Menuju Fitri” yaitu Ustadz M.Nur Maulana. “Makna Halal dalam kehidupan masyarakat Indonesia sudah ada sejak dulu. Bahkan kata Halal sudah digunakan dalam istilah ‘Halal Bi Halal’ yang sudah menjadi kebiasaan dan tradisi masyarakat Indonesia.
Ustadz Maulanan menjelaskan, makna dari kegiatan halal bi halal adalah saling menghalalkan yang maksudnya bertemu untuk saling mencairkan suasana, meluruskan benang kusut, membuat hubungan antar sesama menjadi baik dan harmonis.
Makna Halal lainnya, imbuh Ustadz Maulana adalah dalam kemajemukan kehidupan modern saat ini, seperti Halal dalam sikap kita dan juga Halal dalam memilih produk yang mencakup, pemilihan produk halal dalam jenis dan bahan bakunya, serta halal dalam penggunaannya.
Sementara itu Shireen Sungkar, brand ambassador Fitri juga turut berbagi pengalaman dalam masalah halal, “Halal sejak dini sudah diterapkan dalam keluarga saya,“ tutur Shireen.
Menurut Shireen, bayi yang baru lahir dalam keadaan Fitri (suci) serta orang tua merupakan sosok panutan pertama bagi anak sejak dilahirkan. “Sebagai orang tua, saya berkewajiban mendidik dan membesarkan anak dengan baik,” ungkapnya.
Selain itu, orangtua juga harus memberikan pelajaran pada anak tentang berbagai macam hal, seperti belajar berjalan, belajar berbicara yang baik, tidak ada kebohongan, jujur, serta nilainilai sosial yang baik dalam bermasyarakat.
Sebagai ibu rumah tangga yang juga mempunyai banyak kegiatan di luar rumah, Shireen sesekali membawa makanan maupun kue hasil buatan dari rumah sendiri untuk rekan-rekan di lingkungan kerja maupun pertemanan di lingkungan sekitar.
Halal sehari-hari dimaknai Shireen sebagai usaha agar hubungan antar sesama menjadi baik dan harmonis. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, yang di tahun ini dimana peraturan saling mengunjungi sudah mulai dilonggarkan oleh pemerintah, maka sajian makanan maupun kue buatan Shireen disiapkan lebih banyak dari tahun sebelumnya untuk menyambut tamu silaturahmi hari raya.
“Tidak menghambur-hamburkan uang untuk membeli produk, tidak mubazirkan barang itu, apalagi kalau sampai membeli produk hasil curian karena secara jenisnya sudah termasuk produk tidak halal,” ungkap Shireen usai menyimak ceramah dari Ustadz Maulana. [Fath]






















