Arau, Gontornews – Ketua Forum Bisnis (Forbis) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor H Agus Maulana SS mengatakan, kerjasama antara Forbis, Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor, dan Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPPM) Gontor, dengan HPA International Industries Malaysia bukan untuk menjadikan pesantren sebagai pasar bagi produk-produk HPA.
“Kerjasama ini bukan untuk menjadikan pesantren sebagai market, tapi bagaimana agar pesantren atau pengusaha alumni (Gontor, Red) bisa mendapatkan transfer teknologi untuk pengembangan produk, penyediaan bahan baku, pengelolaan, dan pengemasannya,” ujar Agus Maulana kepada Gontornews.com di sela-sela kunjungan ke kilang HPA di Arau, Perlis, Malaysia, pekan lalu.
Menurutnya, pondok pesantren sangat membutuhkan teknologi untuk pengembangan produk yang dibutuhkan oleh santri. Dengan cara itu pesantren bisa mandiri memenuhi kebutuhannya. “HPA mempunyai teknologi itu dan siap untuk mengajari kita,” paparnya.
Alumnus Gontor itu menyebutkan, melalui program One Pesantren One Product yang digagas oleh HPA, pondok pesantren akan dibantu dengan teknologi untuk membuat suatu produk dan memasarkannya.
Begitu pula dengan pengusaha anggota Forbis akan dibantu agar menghasilkan produk yang mempunyai kualitas standar manufaktur. “Bukan lagi kualitas home industry,” terang pengusaha ban asal Subang itu.
Seperti diberitakan Gontornews.com sebelumnya, Forbis IKPM Gontor, Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor, dan Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPPM) Gontor, menjalin kerjasama dengan HPA Industries Malaysia.
Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama itu ditandatangani di Hotel Park Avenue Sungai Petani, Kedah, Malaysia, Rabu (11/4) malam, oleh Owner HPA International Tuan Haji Ismail bin Haji Ahmad, Ketua Forbis H Agus Maulana SS, Ketua Umum FPA Dr KH Zulkifli Muhadli dan Ketua YPPPM KH Imam Sobari. [Rusdiono Mukri]






















Kenapa tidak dengan HNI HPAI saja, produk indonesia yang sudah go internasional. Pecahan dari HPA